pemerintah kabupaten mimika

Translate

Pemkab Mimika Kembali Perpanjang AKB Satu Bulan

Bagikan Bagikan

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng dan Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob saat menandatangani kesepakatan bersama. (Foto-SAPA/Jefri Manehat)

SAPA (TIMIKA)-
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika  kembali memperpanjang pemberlakukan adaptasi kebiasaan baru (AKB), tentang pencegahan, pengendalian, dan penanggulangan Covid 19 selama satu bulan, terhitung mulai 16 Maret sampai dengan tanggal 16 April 2021.

 Perpanjangan itu tertuang dalam Kesepakatan Bersama nomor 443.1/124, tentang pencegahan, pengendalian, dan penanggulangan Covid-19 AKB di Kabupaten Mimika.

Perpanjangan AKB selama satu bulan tersebut berdasarkan hasil kesepatakan bersama pemerintah Kabupaten Mimika bersama forkompimda Mimika dalam rapat evaluasi, Senin (15/03/2021).

 Rapat evaluasi tersebut dihadiri langsung Bupati Mimika Eltinus Omaleng di dampingi Wakil Bupati Johannes Rettob dan ketua DPRD Mimika, Robby K. Omaleng. 

Keputusan dan kesepatan bersama itu berdasarkan peningkatan kasus covid-19 di Kabupaten Mimika.

 Reynold Ubra selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mengungkapkan, situasi kasus covid -19 di hari 73 tahun 2021 meningkat di 3 distrik utama yakni Tembagapura, Mimika Baru dan Kuala Kencana.

Untuk pencegahan dan penanganan covid-19 di Mimika, Reynold mengatakan tiga faktor utama  yang diterapkan dalam menemukan kasus yakni Testing, Tracking, dan Tretmen.

“Testing rutin ada di wilayah Tembagapura juga di Kuala Kencana, terutama pada fasilitas kesehatan milik PTFI,” tuturnya

Selama 73 hari, rata- rata kasus yang ditemukan perhari mencapai 20 kasus, itu juga di imbangi dengan angka kesembuhan. Angka kesembuhan di tahun 2021 90,37 persen.

Ia menambahkan dari 506 kasus  aktif covid-19 di Mimika, 98 persen merupakan gejala ringan bahkan tidak memiliki gejala, sementara 2 persen atau 9 orang sedang dirawat di 3 rumah sakit.

“Angka kematian di Mimika tahun 2021 selama 10 minggu sudah mencapai 10 kasus dari 1.600 kasus atau 0,5 persen. Kita di Mimika terdapat 3 fasilitas kesehatan yang melaporkan secara rilltime hasil PCR,” tuturnya   

Tidak terdapat banyak perubahan dalam kesepakatan yang telah disepakati, tetapi terdapat beberapa poin yang berubah, yakni terkait dengan waktu pelaksanaan. Dimana sebelumnya waktu pelaksanaan AKB dilakukan selama 14 hari menjadi satu bulan, kemudian baru akan dilakukan evaluasi.

Perubahan lain dalam kesepakatan bersama tersebut terkait dengan aktivitas pembelajaran di sekolah dimana disebutkan. aktivitas persekolahan dapat dilakukan pembelajaran tatap muka bagi peserta didik kelas VI, IX, dan XII yang diatur secara teknis oleh Dinas Pendidikan dengan menerapkan protokol kesehatan. 

Selebihnya peraturan dalam kesepakatan tersebut masih sama dengan kesepakatan yang pernah ditandatangani sebelumnya, dimana aktivitas masyarakat di luar rumah dapat berlangsung mulai pukul 06.00 s/d 22.00 WIT dengan tetap mematuhi protocol kesehatan, tempat-tempat hiburan malam dan rumah bernyanyi beroperasi pukul 06.00 s/d 22.00 WIT.

Fasilitas publik seperti kantor, tempat peribadatan, pasar, mall, toko, kios, restoran, dan hotel beroperasi mulai pukul 06.00 WIT s/d 22.00 WIT sesuai dengan protocol kesehatan.

 Kemudiam khusus untuk fasilitas kantor pemerintah dan swasta, mall, tempat peribadatan, restoran, hotel, termasuk fasilitas ruang pertemuan yang disewakan wajib membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Covid-19 internal.

Sementara untuk acara pernikahan dan acara syukuran agar memenuhi ketentuan, wajib memakai masker, panitia menyediakan tempat cuci tangan dan/atau hand sanitizer, penempatan tempat duduk berjarak minimal 1 (satu) meter, undangan tidak melebihi 50% (lima puluh persen) dari kapasitas ruangan, jamuan makan disediakan dalam kemasan kotak (bukan prasmanan).

Masyarakat yang menggunakan jasa angkutan udara/penerbangan, angkutan laut yang masuk ke Kabupaten Mimika dari Pulau Jawa dan Bali wajib membawa surat keterangan non reaktif hasil uji Rapid Test Antigen.

Selain dari Pulau Jawa dan Bali wajib membawa surat keterangan non reaktif hasil uji Rapid Test Antibodi.

Sedangkan untuk aktivitas perkantoran pemerintah maupun swasta maksimal diisi  25 persen pegawai dengan tetap mematuhi, protokol kesehatan, dan 75 persen lainnya

bekerja dari rumah a tau work from home. Dan jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Honorer dimulai pukul 08.00 WIT s/d 13.00 WIT. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar