pemerintah kabupaten mimika

Translate

Setiap Bulan Pemkab Mimika Bayar Listrik Rp 484 Juta

Bagikan Bagikan
Marthinus Irianto Pasensi (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Setiap bulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika membayar tagihan listrik ke PLN sebesar Rp 484 juta.

Hal ini diungkapkan Manajer PLN UP3 Timika, Marthinus Irianto Pasensi, ketika ditemui Salam Papua di ruang kerjanya, Rabu (14/4/2021).

Ia mengatakan, Pemkab Mimika yang masuk dalam kode golongan (Kogol) 3, tidak pernah terlambat membayar tagihal listrik sehingga tidak memiliki tunggakan.

“Pemkab selalu rutin bayar jadi tidak ada tunggakan,” kata Marthinus.

Sementara itu, saldo rekening berjalan dalam bulan ini untuk PLN UP3 Timika mencakup wilayah Kabupaten Mimika, Asmat, Nduga dan Kabupaten Yahukimo sebesar Rp 7.614.724.360.

“Nilai ini dengan rincian, Kogol 1 yaitu untuk intansi TNI dan Polri sebesar  Rp 3.519.223.807, Kogol 2 dan 3, Instansi Vertikal dan pemerintah daerah sebesar  Rp 484.307.903, Kogol 4, BUMN dan BUMD, Rp 950.350.094 dan Kogol 0, yakni masyarakat umum nilainya RP2.660.842.556. Jadi total saldo rekening berjalan dalam bulan ini Rp 7.614.724.360,” sebutnya.

Ia mengungkapkan, PLN memberikan batas waktu pembayaran listrik setiap bulan mulai tanggal 5 sampai tanggal 20. Kalau sudah tanggal 20 berarti sudah ada denda yang harus dibayar.

“Jadi kalau bayar jangan sampai lewat dari tanggal 20 karena kalau bayar tanggal 21 ke atas otomatis sudah muncul tunggakan atau biaya tmbahan,” ungkapnya.

Menurutnya, PLN UP3 Timika khusus untuk wilayah Mimika memiliki kantor unit layanan di Jalan Hasanuddin yang melayani wilayah kota sampai Pelabuhan Poumako.  Sementara kantor unit layanan di Timika Jaya melayani wilayah Distrik Kuala Kencana dan Iwaka.

Pelanggan yang membayar tagihan listrik lebih tepat waktu ada di wilayah Kuala Kencana dan Iwaka. Sebelum tanggal 20 dalam bulan biasanya sudah selesai pembayaran semua pelanggan.

“Malah pernah tanggal 26 sudah nihil, semuanya sudah bayar. Justru yang di wilayah Kota Timika yang lebih banyak yang menunggak, mungkin karena lebih luas dan penduduknya lebih banyak,” ungkapnya.

Martinus menambahkan, hingga saat ini  masih ada 4 ribu pelanggan yang masih menggunakan meteran pasca bayar.

“Jadi kalau pelanggan sudah menunggak sampai tiga bulan maka meterannya kita putus dan kita berikan komitmen untuk tidak mengulangi lagi. Kalau sampai diulangi lagi kami alihkan ke meteran prabayar,” ujarnya.

Dikatakan, dari Bulan Juli 2020 sampai saat ini pihaknya sudah mengganti 400 meteran pascabayar menjadi meteran prabayar dan hal ini akan terus dilakukan. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar