Diserang Sekelompok Orang, Bruri Terkena Panah dan Beberapa Rumah Rusak

Bagikan Bagikan
Bruri saat di Polres Mimika dengan kondisi kaki yang diperban akibat terkena anak panah (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Bruri Yamrewav mendatangi Polres Mimika hendak membuat laporan karena menjadi korban aksi penyerangan yang dilakukan sekelompok orang di jalan Sesna Kartini Ujung tembusan ke Patimura ujung dan Busiri ujung saat Senin sore (28/6/2021).

Bruri mengaku dirinya terkena panah di betis kaki kiri. Selain itu, ada lebih dari satu rumah warga di sekitar TKP yang dilempari batu serta beberapa barang berharga berupa HP dan uang diambil para kelompok penyerang yang diperkirakan berjumlah 50 orang tersebut.

“Itu tidak ada saling serang, karena kami tidak serang balik mereka. Saya yang kena panah di betis kiri dan tembus. Ada beberapa rumah yang dilempari batu. Ada  juga rumah yang mereka masuk dan ambil tas berisi uang Rp 600 ribu, ATM dan KTP,” kata Bruri saat ditemui wartawan di Polres Mimika, Selasa (29/6/2021).

Menurut dia bahwa sebelum kejadian, ia bersama beberapa temannya sementara minum kopi usai pulang dari kelurahan. Namun tiba-tiba ada informasi dari warga di TKP bahwa ada penyerangan, sehingga ia pun ke TKP, tetapi tidak bertujuan melakukan perlawanan.

“Mereka hujani kami dengan anak panah dan batu hingga akhirnya saya terkena panah dan dievakuasi ke RSUD,” ungkapnya.

Tindakan sekelompok orang tersebut, lanjut dia, merupakan tindak pidana yang harus ditangani kepolisian. Untuk itu, ia didampingi Yoke Raharusun datang ke Polres dan membuat laporan agar ada kejelasan tentang adanya korban.

“Kami harap para pelaku ditindak tegas, agar tidak ada korban berikutnya. Kelompok yang menyerang harus diamankan. Seharusnya pagi ini saya dioperasi guna membersihkan racun panah yang bersarang, tapi karena tidak ada yang membuat laporan, maka saya upayakan datang,” tuturnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyerangan terjadi diduga terkait klaim hak milik tanah. Tanah tersebut merupakan tanah yang dahulu dihibahkan saat Timika masih tergabung dalam pemerintahan Fak-Fak dengan tujuan digarap dan ditempati  beberapa guru yang telah mengabdi  di Timika. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar