Saat PT. Freeport Indonesia Hibahkan 3 Klinik Kepada Pemkab Mimika Diwarnai Protes Warga

Bagikan Bagikan
Perwakilan dari PTFI dan Pemkab Mimika foto bersama usai acara serah terima 3 klinik (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - 3 klinik yang sebelumnya menjadi milik PT. Freeport Indonesia (PTFI) yakni Klinik di Poumako, Klinik di Kampung Wangirja SP9 dan Klinik di Kampung Utikini Baru SP12 yang dihibahkan kepada Pemkab Mimika melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika yang dipusatkan di Klinik Pemda Utikini Baru SP12, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Kamis siang (24/6/2021), diwarnai aksi protes warga.

Warga menyampaikan protes saat acara pembukaan selubung papan nama Klinik Pemda Utikini Baru.

Aksi protes itu dilakukan karena warga merasa sebelumnya tidak ada sosialisasi atau penyampaian bahwa klinik yang sebelumnya dikelola oleh Public Health Malaria Control (PHMC) akan diserahkan kepada Pemkab Mimika melalui Dinas Kesehatan.

Namun setelah mendapat penjelasan dari pihak PTFI dan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, warga dapat menerima hal itu, sehingga pembukaan selubung papan nama tersebut dapat dilakukan.

Mantan Kepala Kampung Utikini, Marton Wenda setelah pembukaan papan nama klinik tersebut mengatakan, pihaknya melakukan aksi protes karena tidak ada penyampaian terkait penghibahan klinik tersebut.

“Kami sebagai tokoh tanpa informasi sebelumnya tiba-tiba kami diundang dan terjadi seperti ini kami bingung makanya kami ribut. Tapi setelah lihat papan nama itu ada logo Pemkab Mimika dan logo Freeport (PTFI, Red), kami yakin Pemkab dan Freeport tidak mungkin menyusahkan masyarakat,” ungkap Marton.

Ia mengatakan, sebenarnya masyarakat Utikini tidak mau dipisahkan dari binaan PTFI, dan ingin PTFI tetap menjamin masyarakat dalam bidang kesehatan.

“Kami hanya minta hubungan kerja sama antara Freeport dan Pemkab ini bisa dipertahankan,” katanya.

Pada kesempatan itu ia juga mengucapkan terimakasih kepada PTFI untuk perhatiannya selama ini kepada masyarakat Utikini.

“Masyarakat merasa perhatian Freeport cukup memuaskan. Terima kasih banyak Freeport untuk pelayanannya selama ini,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, EVP Community Relations & Community Development PTFI, Claus Wamafma mengatakan, Freeport sama sekali tidak berniat melupakan masyarakat yang selama ini menjadi tempat beroperasinya klinik-klinik Freeport, yang kini sudah dihibahkan kepada Pemkab Mimika.

“Kita sama sekali tidak ada niat atau rencana untuk melupakan masyarakat di Poumako, SP9, SP12, selama ini kita selalu sama-sama baku sayang sudah tidak bisa dipisahkan lagi,” katanya.

Claus dalam sambutannya pada awal kegiatan itu menjelaskan, PTFI terus mengambil peran memberikan dukungan pada kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat, melalui pembangunan dan pengoperasian rumah sakit dan beberapa klinik di wilayah kabupaten Mimika, seperti Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Mimika, klinik di SP9, SP12 dan Poumako, serta klinik Sexual Transmission Infection (TB-STI).

"PTFI juga menjadi penggerak utama dalam program pengendalian malaria yang dilakukan dalam kemitraan bersama dinas Kesehatan Kabupaten Mimika," serunya.

Dikatakan, PTFI akan mendukung dalam pemeliharaan gedung dan operasional klinik, sedangkan pihak Pemkab Mimika mengambil peran dalam pengadaan dokter dan tenaga penunjang medis seperti analis kesehatan, ahli gizi, apoteker, perawat, bidan dan ahli Kesehatan lingkungan, serta pengadaan obat-obatan.

"Tujuan penyerahan klinik ini adalah untuk memaksimalkan kualitas dan kapasitas layanan kesehatan terhadap masyarakat, serta memenuhi standar perizinan dan kelayakan sebuah klinik," jelas Claus.

Ia berterimakasih kepada Pemkab Mimika telah memikirkan secara komprehensif strategi bagaimana kualitas pelayanan di Mimika bisa di tingkatkan dengan mengajak PTFI. Juga Kepada PTFI Community Health Departement yang telah hadir hampir 30 tahun memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

"Hari ini kita tandai perjalanan baru dengan Pemda. Kita akan memastikan Pelayanan bersinergi dengan baik, dan PTFI akan tetap hadir untuk pastikan dukungan penuh untuk bisa hidup dengan sehat," tuturnya.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Syahrial dalam sambutannya menyampaikan, ucapan terimakasih kepada PTFI yang telah mempercayakan klinik Pratama ini kepada Pemkab Mimika untuk dikelola langsung oleh Dinas Kesehatan. 

Dengan adanya sarana kesehatan dalam bentuk gedung yang memadai sangat diperlukan untuk menunjang kegiatan pelayanan kesehatan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Mimika.

Menurutnya, sarana dan prasarana Kesehatan merupakan salah satu wujud komitmen Pemkab Mimika untuk mendukung terselenggaranya pelayanan kesehatan yang lebih baik serta sekaligus menjawab tantangan kebutuhan pelayanan kesehatan yang terus meningkat.

Ia berharap klinik tersebut dapat semakin mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan mampu menjadi ujung tombak dalam mewujudkan tercapainya keberhasilan pelaksanaan pembangunan di bidang kesehatan. 

"Semoga klinik Pemda ini dapat terus memberikan pelayanan yang berkualitas sesuai visi dan misinya. Untuk itu saya berharap kerja sama kita semua dalam hal manajemen kesehatan karena masih banyak hal-hal yang perlu dibenahi untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang mudah, murah, cepat dan nyaman, kepada masyarakat yang ada di Kota Timika khususnya masyarakat di daerah Utikini Baru SP 12 dan sekitarnya agar dapat memanfaatkan keberadaan klinik ini serta turut menjaga dan merawatnya dengan sebaik-baiknya," pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra dalam sambutannya mengatakan, penghibahan klinik yang dilakukan pihak PTFI kepada Pemkab Mimika ini merujuk pada SK Bupati Mimika nomor 248, nomor 249 dan nomor 250.

Menurutnya, penghibahan klinik ini tidak mengurangi aspek pelayanan hanya aspek kepemilikan yang berubah.

“Artinya di era jaminan kesehatan, pemerintah harus melanjutkan pelayanan. Di era pembangunan berbasis Otsus, pemerintah dari semua kabupaten/kota berjuang memberi pelayanan terbaik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sesuai kesepakatan untuk menunjang pelayanan di Klinik Pemkab Mimika Utikini Baru, PTFI akan memberikan bantuan satu mobil ambulans untuk klinik tersebut. Selain itu pelayanan dilakukan sampai sore dan akan dicoba sampai 24 jam.

“Tenaga-tenaga kesehatan dari PHMC yang selama ini sudah bekerja tetap bekerja di sini. Kita akan tempatkan tiga dokter di sini. Kita akan pindahkan tenaga kesehatan dari Puskesmas yang tenaganya banyak ke tiga klinik yang dihibahkan Freeport. Masyarakat tetap berobat seperti biasa, kami hanya melakukan standarisasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Kepala Kampung Utikini III, Yan Tinal menyampaikan pihaknya sangat mendukung apa yang dilaksanakan oleh PTFI dan Pemkab Mimika.

"Saya sebagai Kepala Kampung, saya dukung 100 persen, karena sekarang kita ingin ada perubahan sehingga pelayanan bisa maju," serunya.

Menurutnya, dengan adanya perubahan ini, bisa melayani semua warga masyarakat yang ada di Utikini dan sekitarnya serta pelayanan bisa selalu dilaksanakan bahkan 24 jam.

Kegiatan penghibahan klinik dari pihak PTFI kepada Pemkab Mimika yang ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima ini, dihadiri  juga Vice President Government Relations PTFI, Jonny Lingga, Manager External Communication Corpcom PTFI, Kerry Yarangga, dan Manajer PHMC Isos PTFI, dr. Firdi Permana. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar