Wabup Mimika: Sebelum Bangun Pasar, OPD Harus Analisa Kebutuhan dan Tipikal Masyarakat

Bagikan Bagikan

Wabup Mimika, Johannes Rettob,S.Sos,MM (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob,S.Sos,MM menyampaikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangani pembangunan pasar agar sebelum melakukan pembangunan harus menganalisa kebutuhan dan tipikal masyarakat setempat.

“Kalau mau bangun pasar sebelumnya analisa dulu kebutuhan masyarakat, tipikal masyarakat, agar pasar tidak mubazir seperti yang terjadi saat ini,” ungkap Wabup saat ditemui Salam Papua di Hotel Grand Tembaga, Senin (14/6/2021).

Ia mengatakan, saat ini banyak bangunan pasar yang mubazir seperti di Mapurujaya, di Kelurahan Kamoro Jaya SP1, Kelurahan Wonosari Jaya  SP4, Kelurahan Karang Senang SP3, Distrik Kwamki Narama dan beberapa tempat lain. Padahal pembangunan pasar tersebut menelan anggaran miliaran rupiah.

Untuk itu ia mengimbau kepada OPD yang mengurus hal ini maupun OPD terkait lainnya yang melakukan pembangunan gedung apapun untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Alasan yang disampaikan masyarakat SP1 tidak mau menggunakan pasar di sana karena terlalu dekat dengan gereja. Ada satu fenomena masyarakat tidak mau punya tempat jualan ada di bagian belakang. Jadi harusnya hal semacam ini dianalisa dulu sebelum melakukan pembangunan. Ini sebenarnya bukan hanya pasar tapi pembangunan lain juga yang dilakukan pemerintah agar tidak dibiarkan kosong, mubazir dan rusak begitu saja,” tegasnya.

Dalam pembangunan pasar, masalah transportasi pedagang juga harus dipertimbangkan, termasuk juga persoalan tanah pada lokasi pembangunan.

“Urusan trasportasi juga harus dipertimbangkan efektif atau tidak untuk pedagang. Kalau pedagang merasa tidak efektif, mereka tidak akan mau berjualan di situ. Jangan lakukan pembangunan di lokasi tanah yang urusannya belum selesai, pertimbangkan dampak lingkungan supaya bangunan bisa difungsikan,” ujarnya.

Ia mengaku saat meninjau langsung pedagang di SP3, mendapat keluhan dari pedagang tidak mau menggunakan pasar tersebut karena kios-kios yang ada di depan pasar menghalangi pasar.

“Pedagang bilang kami mau jualan di pasar asal semua kios di depan itu dibongkar supaya orang bisa lihat jualan kami. Hal seperti ini harus dipertimbangkan,” ungkapnya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Dupa88E titik com sarana slot Game online dan sportsbook yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Dupa88E titik com paling best ya guys...

    BalasHapus