22 Mama-Mama Papua di Kampung Pigapu Mimika Akan Dilatih Teknologi Diversifikasi Teh Mangrove

Bagikan Bagikan

Foto bersama usai kegiatan sosialisasi program desa berinovasi (Foto:SAPA/Red)

SAPA (TIMIKA) – Sebanyak 22 mama-mama Papua di Kampung Pigapu Distrik Iwaka Kabupaten Mimika akan mengikuti program desa berinovasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) RI yang diselenggarakan oleh Yayasan Ekologi Sahul Lestari di Timika untuk 4 bulan ke depan.

Program ini mengangkat tema Pengembangan Inovasi dan Teknologi Diversifikasi (pengolahan dan peningkatan hasil pertanian) produk olahan Teh Mangrove di Kampung Pigapu Distrik Iwaka Kabupaten Mimika, Papua.

Program ini bertujuan untuk, (1) pengarusutamaan gender dalam meningkatkan pengetahuan pengelolaan sumber daya alam khususnya teh mangrove secara berkelanjutan, (2) peningkatan jaringan kerja dan permodalan, (3) meningkatkan pendapatan ekonomi rumah tangga melalui pemasaran produk teh mangrove, dan (4) mengembangkan inovasi dan teknologi diversifikasi produk olahan teh mangrove.

Dalam pelaksanaan program ini, Yayasan Ekologi Sahul Lestari Timika didukung oleh Pemkab Mimika melalui Dinas Kehutanan, Bappeda, dan OPD-OPD terkait lainnya, pemerintah kampung Pigapu, juga didukung oleh Perguruan Tinggi yang berada di Kabupaten Mimika, yakni Politeknik Amamapare Timika, termasuk didukung oleh media massa lokal salampapua.com.

Pada kegiatan sosialisasi sebagai langkah awal dari program tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19, yang digelar pada Kamis (29/7/2021), mewakili Kepala Bappeda Kabupaten Mimika melalui bidang ekonomi, Yanto berharap OPD-OPD terkait di Pemkab Mimika dapat memberikan dukungan maksimal agar program seperti ini dapat berlangsung terus-menerus demi membantu perekonomian masyarakat di Mimika.

“Kami berterima kasih kepada Yayasan Ekologi Sahul Lestari yang dapat menyelenggarakan program ini. Saya berharap ke depan dengan program yang ada, kami mengupayakan bersama dinas-dinas terkait untuk mendukung, karena program ini sangat membantu perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kampung Pigapu Distrik Iwaka Kabupaten Mimika, Sebastian Mapareyau dalam sambutannya yang sekaligus membuka program tersebut mengatakan bahwa pengolahan teh mangrove oleh mama-mama Papua di Pigapu sudah berjalan cukup lama, namun sejauh ini hanya sebatas hasil kerajinan lokal karena pihaknya mengalami kesulitan dalam mempromosikan produk teh mangrove tersebut, baik di dalam maupun keluar daerah Mimika.

“Pekerjaan ini sudah lama. Niat kami menjadikan teh mangrove sebagai hasil kerajinan tangan lokal mama-mama Papua di Pigapu dapat dijual sampai keluar daerah Mimika. Sudah sempat kami promosikan keluar (Mimika) sejak tahun 2015, tapi belum mendapat tanggapan yang baik dari para konsumen,” katanya.

Hadir pula pada kegiatan sosialisasi tersebut, Direktur Politeknik Amamapare Timika, Herman Dumatubun,S.T,M.T mengungkapkan, hadirnya Politeknik Amamapare Timika, yang notabene saat ini merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Vokasi di Kabupaten Mimika, sebagai wujud perjanjian kerjasama dengan Yayasan Ekologi Sahul Lestari melalui pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen pada program yang dimaksud, dapat memberi pengaruh positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan di bidang inovasi dan teknologi terapan berbasis UMKM khususnya kepada 22 mama-mama di Pigapu.

“Kehadiran saya di sini atas kerjasama Politeknik Amamapare Timika dengan Yayasan Ekologi Sahul Lestari dalam rangka pelaksanaan PkM dosen untuk program pengembangan inovasi dan teknologi diversifikasi produk olahan Teh Mangrove. Program ini bisa menjadi awal yang baik dalam melihat dan membudidayakan potensi sumber daya alam yang ada di daerah Pigapu, secara khusus teh mangrove sebagai inovasi dan teknologi diversifikasi, sehingga dapat membantu masyarakat untuk menjadi sumber pendapatan baru dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Biarlah 22 mama-mama yang saat ini akan dilatih menjadi pelopor untuk kemudian dapat melanjutkan kepada anak-anak asli di daerah ini secara berkelanjutan,” ungkap Herman.

Sedangkan Ketua Umum Yayasan Ekologi Sahul Lestari, Dr. Dendy Sofyandy,S.Hut.,M.Sc menyampaikan ucapan terima kasihnya atas dukungan BRIN RI, Pemkab Mimika melalui OPD-OPD terkait, pemerintah kampung Pigapu, Perguruan Tinggi lokal yakni Politeknik Amamapare Timika dan Perguruan Tinggi lainnya di luar Mimika seperti Universitas Mercubuana Jakarta, serta lembaga-lembaga lainnya seperti Adhikartes, Salam Papua, dan stakeholder lainnya.

“Terima kasih kepada BRIN, Pemkab Mimika melalui dinas kehutanan dan dinas-dinas terkait, serta mitra-mitra pendukung lainnya. Kami tidak bisa berjalan sendiri, sehingga kami berkoordinasi dengan berbagai pihak. Program ini hanya 4 bulan, tapi melalui ini kita akan produksi dan kita akan jual hasil produksi teh mangrove mama-mama di Pigapu ini di 3 event besar yang akan digelar di Mimika dalam waktu dekat ini, dan bahkan sampai keluar daerah Mimika,” ujar Dendy.

Pantauan Salam Papua di akhir kagiatan pembukaan sosialisasi ini, digelar penandatanganan berita acara pelaksanaan kegiatan oleh berbagai pihak terkait. (Red)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar: