Data Pemilih Berkelanjutan di Mimika Triwulan Kedua Tahun 2021 Berjumlah 230.500

Bagikan Bagikan
Data pemilih berkelanjutan di Mimika Triwulan Kedua (Data:KPU Mimika)

SAPA (TIMIKA) - Rekapitulasi daftar pemilih berkelanjutan di Mimika triwulan kedua tahun 2021 berjumlah 230.500 dengan rincian pemilih laki-laki berjumlah 126.860 dan pemilih perempuan berjumlah 103.640 tersebar di 18 distrik.

Hal ini  sesuai dengan hasil rapat koordinasi daftar pemilih berkelanjutan periode Juni tahun 2021 yang dilakukan pada Jumat (2/7/2021) di Kantor KPU Mimika, Jalan Hasanuddin, Timika, Papua.

Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Ketua KPU Mimika, Indra Ebang Ola dan dilakukan secara daring melalui aplikasi zoom meeting ini diikuti oleh pihak Bawaslu Kabupaten Mimika, pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Mimika, Kodim 1710/Mimika, Pangkalan TNI Angkatan Laut, Pangkalan TNI Angkatan Udara Yohanis Kapiyau dan pihak Polres Mimika serta perwakilan dari partai-partai politik se-Kabupaten Mimika.

“Data pemilih tetap di Kabupaten Mimika pada tahun 2019 lalu itu sebanyak 231.265 jiwa dan setelah kita melakukan pemutahiran daftar pemilih berkelanjutan triwulan kedua, periode Juni 2021 jumlah pemilih menjadi 230.500,” ungkap Luther.

Situasi rapat koordinasi

Ia menyebutkan rapat koordinasi tersebut dilakukan berdasarkan Surat Ketua KPU RI Nomor 336/PL.02.1-SD/01/KPU/IV/2021 tanggal 21 April 2021 perihal perubahan surat Edaran Plt. Ketua KPU RI Nomor 132/PL.02.ı SD/01/KPU/111/2021 tanggal 4 Februari 2021 perihal Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Tahun 2021 triwulan kedua.

“Kegiatan pemutakhiran data ini merupakan tahapan yang harus dilakukan oleh KPU Mimika karena sesuai dengan edaran dari KPU RI,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tujuan dilaksanakan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan yaitu untuk memperbarui data pemilih guna mempermudah proses pemutakhiran data penyusunan daftar pemilih pada Pemilu berikutnya.

KPU Kabupaten Mimika dalam melaksanakan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan ini menerima masukan data dari tanggapan masyarakat.

“Masukkan data dari tanggapan masyarakat berupa memperbaiki elemen data pemilih, pemilih baru berusia 17 tahun sudah melakukan perekaman e-KTP, pindah domisili, baru menjadi anggota TNI/Polri, purna dari TNI/Polri adanya anggota keluarga yang sudah meninggal, dan kondisi lainnya,” kata Luther. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar