Dinas Lingkungan Hidup, Distrik dan Kelurahan di Mimika Terima Bantuan 41 Unit Sarpras Penanganan Sampah

Bagikan Bagikan

 

Bupati Mimika melalui Asisten 1 Setda Mimika Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yulianus Sasarari secara simbolis menyerahkan kunci armada dam truk kepada kepala DLH Kabupaten Mimika, Limi Mokodompit di halaman kantor DLH Kabupaten Mimika

SAPA (TIMIKA) - Bupati Mimika melalui Asisten 1 Setda Mimika Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yulianus Sasarari menyerahkan 41 unit sarana prasarana (Sarpras) penanganan sampah kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH), distrik dan kelurahan.

41 Sarpras tersebut yakni 10 unit armada dam truk pengangkut sampa, 6 unit kontainer sampah, 12 unit motor sampah tiga roda, 12 unit gerobak pilah dan 1 unit rumah kompos.

Acara serah terima dilakukan di halaman Kantor DLH Kabupaten Mimika, Jumat (2/7/2021), ditandai dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan kunci dum truk dan motor sampah tiga roda secara simbolis dari Asisten 1 Setda Mimika Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yulianus Sasarari kepada Kepala DLH Kabupaten Mimika, Limi Mokodompit, Kepala Distrik Wania, Richard Nelson Wakum, Kepala Distrik Mimika Baru, Dedi Damhudi Paokuma, Kepala Distrik Kwamki Narama, Hence Suebu, Lurah Inauga Yance Kristian Buinei dan Lurah Otomona, Rafhael Tomasoa.

Yulianus Sasarari dalam sambutannya mengatakan, penyerahan Sarpras tersebut dilakukan demi kelancaran pengelolaan sampah di Kabupaten Mimika.

Menurutnya 41 unit Sarpras tersebut merupakan bantuan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun anggaran 2020 dan 2021.

“Hari ini diserahterimakan dari pemerintah daerah kepada OPD teknis yaitu Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika, distrik dan kelurahan selaku pengelola kebersihan pada tingkatan yang paling rendah yaitu RT dan RW,” kata Sasarari.

Dia mengungkapkan, permasalahan sampah tidak saja mengancam aspek keindahan dan kebersihan kota, namun lebih jauh akan memberikan dampak negatif bagi kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat apabila tidak ditangani dengan baik.

Dalam Undang-undang nomor 18 tahun 2018 tentang pengelolaan sampah dijelaskan bahwa pengelolaan sampah adalah kegiatan yang diatur baik menyeluruh dan berkesinambungan, yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan manfaat kualitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumber daya.

Peran DLH dalam kebersihan, pengelolaan dan perkembangan kehidupan masyarakat disimpulkan bahwa sampah tidak semata-mata ditangani oleh Pemerintah Kabupaten Mimika tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama semua elemen masyarakat. 

“Saya berharap dengan dilengkapinya sarana dan prasarana ini maka masing-masing stakeholder dapat menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing. Diharapkan pula peran serta dari tokoh masyarakat, tokoh agama dan pelaku usaha dalam membangun kesadaran masyarakat akan perilaku hidup yang bersih dan sehat untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, nyaman dan asri,” ujarnya. 

Lebih lanjut dikatakan, Kabupaten Mimika akan menghadapi 2 event besar yaitu Pekan Olahraga Nasional  (PON) dan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi). Oleh karena itu ia mengajak semua pihak semangat bersinergi untuk mewujudkan Mimika bersih sampah.

“Mari kita bersinergi melalui berbagai upaya dengan gerakan gotong royong di lingkungan sekolah, perguruan tinggi dan seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu Kepala DLH Kabupaten Mimika, Limi Mokodompit dalam sambutannya mengatakan bahwa pembangunan dan perkembangan Kabupaten Mimika semakin lama semakin pesat dan diikuti dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Salah satu faktor penunjang kualitas hidup masyarakat adalah kebersihan kota dan lingkungan. Untuk itu Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika selaku instansi pemerintah daerah pengelola kebersihan terus berupaya meningkatkan pelayanan kebersihan Kota.

“Kami dinas lingkungan hidup yang bertanggung jawab di dalam pengelolaan sampah, pengelolaan limbah B3, peningkatan kapasitas mengelola kebersihan kota sejak tahun 2018, kami melakukan secara terus-menerus dengan berbekal prasarana yang terbatas namun semangat yang luar biasa,” ujar Limi.

Oleh karenanya, lanjut dia, pada tahun anggaran 2019 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI membantu 20 unit motor sampah tiga roda yang sebagian dihibahkan kepada distrik dan kelurahan.

Pada saat itu sebagian dibagikan kepada 3 distrik dan kelurahan-kelurahan. 

“Waktu itu empat unit kami serahkan kepada Distrik Wania dan tujuh unit kepada Distrik Mimika Baru serta dua unit kepada Distrik Kuala Kencana,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga berupaya mencari dukungan pada tahun 2020 masih kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan mendapat dukungan lagi 3 unit dam truk 3 unit armroll, 5 kontainer sampah dan dan lima unit motor sampah tiga roda.

Kemudian pada tahun anggaran 2021 ini masih dari kementerian yang sama memberikan lagi bantuan 5 unit dam truk, 5 unit armroll, 6 unit kontainer sampah, 12 unit motor sampah tiga roda, 12 unit gerobak pilah dan satu unit rumah kompos.

Selain itu melalui APBD tahun 2021 ini, DLH juga mengadakan 50 unit tempat sampah 3R, satu unit eksavator dan 14 unit motor sampah tiga roda.

“Sehingga mulai hari ini DLH memiliki 29 dam truk, 3 unit alat berat, satu unit rumah kompos dan 21 unit motor sampah tiga roda. Dengan cukup banyak sarana dan prasarana penanganan sampah ini tidak ada alasan lagi kota kita ini kotor,” ucapnya.

Dikatakan, saat ini kepala-kepala distrik dan kepala kelurahan sedang giat membenahi lingkungan. Hal ini baginya merupakan suatu langkah yang luar biasa untuk membuat Kota Timika Menjadi bersih, rapi dan indah.

“Ini luar biasa dan dapat apresiasi dari Pak Bupati, Wakil Bupati dan Pak Sekda sehingga harapan kami dengan diberikan bantuan dari Kementerian ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” kata Limi.

Menurutnya, armada yang diberikan tidak semua kelurahan dan distrik mendapatkannya karena jumlahnya terbatas, namun hal ini merupakan stimulan (rangsangan) kepada kepala distrik dan lurah, dengan diberikan satu atau dua unit nantinya bisa bertambah menjadi 3 atau 4 unit.

“Karena di distrik dan kelurahan banyak pengusaha, banyak pejabat pemerintah dan masyarakat yang wajib memberikan dukungan terhadap pengelolaan sampah di lingkungan kelurahan, distrik maupun kabupaten. Kita bersama-sama harus mampu untuk bersinergi bekerjasama agar Kota Timika menjadi kota yang bersih apa lagi menuju pada (event) PON dan Pesparawi dalam tahun 2021 ini,” ujarnya.

Pada kesempatan itu ia juga mengucapkan terima kasih kepada petugas kebersihan yang ia juluki “pahlawan kebersihan”.

“Terima kasih untuk saudara-saudaraku pahlawan kebersihan, adik-adikku petugas kebersihan yang setiap hari bergumul dengan sampah,” tambahnya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar