IDM Institut Beri Gelar Gubernur Lukas Enembe Bapak Pembangunan Olahraga Papua

Bagikan Bagikan

Gubernur Papua Lukas Enembe SAAT PENUTUPAN pon xix Jawa Barat 2016. (Foto-Antara)

SAPA (JAYAPURA)
- Lembaga Indonesian Development Monitoring Institute (IDM Institute) menghadiahi gelar kepada Gubernur Papua yang juga Ketua umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Lukas Enembe sebagai Bapak Pembangunan Olahraga Papua. 

Direktur Excecutive IDM Institute Fahmi Hafel mengatakan pemberian gelar itu dilakukan berdasarkan penilaian atas keberhasilan Lukas Enembe dalam membangun fasilitas olahraga dan insfrastruktur olahraga berkelas internasional di Papua. 

"Hasil pembangunan insfrastruktur olahraga semua itu tidak terlepas dari perjuangan awal sosok Gubernur Lukas Enembe yang berhasil menjadikan Papua sebagai tuan rumah PON XX tahun 2021," kata Fahmi melalui laman Pemprov Papua, Minggu. 

Ia menjelaskan IDM Institute merupakan lembaga organisasi Nasional yang didirikan pada 2005 sebagai lembaga penelitian sosial politik. 

IDM menyatukan para ilmuwan sosial dari berbagai disiplin ilmu untuk mengejar dan melakukan penelitian yang disponsori oleh lembaga Internasional dan nasional, serta yayasan swasta hingga BUMN. 

Para peneliti IDM Institut berasal dari berbagai disiplin ilmu, diantaranya ekonomi, pendidikan, studi lingkungan hidup, ilmu komunikasi, ilmu politik, administrasi publik, sosiologi, statistik sosial dan perencanaan kota. 

IDM memiliki lima pusat riset, yaitu pusat ilmu pengetahuan, teknologi dan kebijakan ekonomi, pusat kebijakan lingkungan, pusat penelitian agroindustri, pusat analisis politik internasional dan nasional serta pusat penelitian perubahan global. 

Selain itu, IDM saat ini juga memiliki satu kelompok kerja yang membahas pembangunan daerah, hukum, masyarakat dan keadilan global. 

Sementara itu, tokoh politik nasional yang juga Ketua Badan Pendiri IDM Institute Arief Poyuono beserta staf ahli lembaga kajian Pemilu Indonesia (LKPI) Adrian Indra turut mendukung gelar yang diberikan kepada Lukas Enembe dan menilai gelar tersebut sudah sangat tepat. 

Arief pun mengucapkan selamat dan sukses kepada Lukas Enembe atas gelar dari IDM Institute itu. 

Menurut dia, pelaksanaan PON XX di Papua akan memberikan banyak sekali dampak positif, baik dari segi pembangunan daerah maupun pembangunan sarana prasarana olahraga di Bumi Cenderawasih Papua. 

Selain itu, ia juga menilai kegigihan Lukas Enembe yang ingin membangun Papua dalam berbagai bidang itu sejalan dengan konsep pembangunan Presiden Jokowi yang juga ingin membangun Indonesia dari Timur. 

Arief mengatakan potensi bakat alam atlet-atlet Papua yang dipadukan dengan berbagai sarana olahraga canggih dan modern tentunya akan membangkitkan semangat olahraga di Tanah Papua. 

Ia pun berharap agar di masa mendatang atlet-atlet dari Bumi Cenderawasih bisa mengharumkan nama Papua dan juga Indonesia, baik di kancah olahraga nasional maupun internasional. 

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Papua Kenius Kogoya mengaku terharu dan bangga atas penghargaan gelar kepada Gubernur Lukas Enembe dari IDM Institute. 

Kenius menuturkan pemikiran dan cita-cita Lukas Enembe untuk membangun Papua dalam berbagai bidang sangat tinggi. 

"PON XX Papua 2021 ini seperti anugerah yang tak ternilai bagi Papua, dan ini merupakan momen yang langka dan prestisius. Selama 50 tahun ke depan, Papua belum tentu bisa mengulangi hal seperti ini lagi," ujar Kenius. 

Menurut dia, keberhasilan Papua sebagai tuan rumah PON XX tahun 2021 akan dicatat dengan tinta emas dalam sejarah pembangunan peradaban di tanah Papua. 

Ia juga menilai tepat jika Gubernur Lukas Enembe diangkat sebagai Bapak Pembangunan Olahraga Papua. 

"Karena memang jasa Gubernur Lukas Enembe sangat luar biasa dalam memperjuangkan pelaksanaan PON XX di Tanah Papua," ungkap Kenius. 

Bersama Lukas Enembe, ia mengaku selalu bahu membahu mendukung pelaksanaan PON XX Papua sehingga seluruh persiapan dapat dikerjakan dengan baik dan profesional. 

Kenius Kogoya menyadari tugas dan tanggung persiapan pelaksanaan PON XX adalah pekerjaan berskala nasional, sehingga harga diri dan martabat orang asli Papua turut dipertaruhkan dalam kesiapan sebagai tuan rumah PON XX 2021. 

"Sehingga Papua bisa meraup dua sukses sekaligus, yakni sukses penyelenggaraan dan juga sukses prestasi olahraga Papua," harap Kenius. 

Kenius selanjutnya akan mencoba berdiskusi dengan Gubernur Lukas Enembe mengenai teknis acara kegiatan penyerahan plakat dan sertifikat pengangkatannya sebagai Bapak Pembangunan Olahraga Papua oleh IDM Institute. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar