Jika Covid-19 Terus Meningkat, Bupati Mimika: Kita Boleh Lepas Masker, Anggap Saja Malaria!

Bagikan Bagikan

Bupat Mimika, Eltinus Omaleng,S.E,M.H  (Foto:SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) - Bupati Mimika, Eltinus Omaleng,S.E,M.H secara tegas mengatakan bahwa Mimika siap lepas masker jika Covid-19 di Mimika terus meningkat.

Dia mengungkapkan, saat ini Mimika tidak termasuk dalam zona merah covid-19 namun Satgas Covid-19 telah mengambil putusan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro lebih awal.

"Secara nasional memang kita (Mimika, Red) tidak termasuk zona merah, tapi kita lebih awal lakukan pembatasan meskipun banyak yang sudah vaksin. Kita tidak mau dari luar daerah masuk lagi ke Mimika," ungkap Bupati Mimika dalam sidang paripurna di DPRD Mimika jalan Poros Cendrawasih SP2, Jumat (9/7/2021).

Jika PPKM berbasis mikro kasus Covid-19 masih saja meningkat, lanjut dia, Mimika akan diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Sudah PSBB Covid-19 masih saja meningkat maka kita boleh lepas masker, anggap saja ini (covid-19, Red) malaria," ujarnya.

Di samping itu, secara tegas Bupati juga menyampaikan jika kasus covid-19 di Mimika terus meningkat, dirinya akan menyurati Pemerintah Pusat untuk membatalkan pelaksanaan PON XX, termasuk Pesparawi XIII se-Tanah Papua dan Kongres Gereja Kingmi.

Untuk itu ia meminta kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika untuk mempercepat vaksinasi sehingga setiap anggota masyarakat memiliki kekebalan terhadap covid-19 dan masyarakat yang divaksin juga dapat memberikan perlindungan kepada masyarakat lainnya. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. PIKIRAN TEMBAK MANUSIA.

    Pelaksanaan Vaksinasi indonesia di Papua barat bercampur obat zat cair bios yaitu Molekul-molekul hidrovirus untuk mematikan sel-sel darah merah dan sel dara putih didalam organ tubuh manusia sehingga proses menular ke organ lain selama 14 hari sebelumnya, maka pasien divaksinasi itu tunggu cabut nyawa.
    Dokter dan medis-medis dibayar uang oleh BIN dengan maksud memusnakan manusia-manusia di tanah papua barat.
    Supaya, orang pendatang hidup selamanya ditanah papua barat ini.

    Kenapa Otsus lanjut...? DPR-RI dll siap-siap bertanggung jawab nyawa orang papua barat.
    Suara hati yang hancur merangkai pikiran-pikiran manusia papua bersama para elit politik imprealisme dan kapitalisme di wilayah jajahan.

    Pertanyaan;
    1. Kapan menentukan nasip Bangsa Papua Barat...?
    2. Siapa yang selamatkan generasi papua barat kedepan di atas tanahnya sendiri....?
    3. Apa yang akan nampak melalui implementasi otsus di tanah papua....?
    4. Siapa-siapa yang masuk didalam BIN....?

    Jawab Tanggapannya :

    BalasHapus