Masa PPKM, Penjual Makanan Online di Timika Diperbolehkan Mengantar Pesanan Sampai Pukul 23.00 WIT

Bagikan Bagikan

Wakil Ketua 1 DPRD Mimika, Alex Tsenawatme saat menerima aspirasi penjual makanan online di ruang kerjanya (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro, Penjual makanan online di Timika diperbolehkan mengantarkan pesanan sampai Pukul 23.00 WIT asalkan memiliki kartu tanda pengenal kurir makanan.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua 1 DPRD Mimika, Alex Tsenawatme kepada Salam Papua di Timika, Jumat (23/7/2021).

Ia mengaku sudah menerima aspirasi para penjual makanan online di Timika terkait hal tersebut pada Senin (19/7/2021), kemudian pada Rabu (21/7/2021) menyampaikan aspirasi dari para penjual makanan online ini kepada unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Mimika saat rapat evaluasi pencegahan penyebaran virus Covid-19.

“Para penjual online sudah sampaikan aspirasi ke DPRD dan kami sudah sampaikan juga ke unsur Forkopimda saat rapat di Grand Mozza hari Rabu lalu dan sudah disetujui. Jadi mereka boleh mengantar pesanan makanan sampai jam 23.00 WIT asal memiliki tanda pengenal kurir makanan,” ungkapnya.

Menurutnya, ia menerima aspirasi masyarakat itu dan menyetujuinya untuk membantu para penjual makanan tersebut.

“Secara teknis mengenai kartu itu kami serahkan kepada Ketua Persatuan Penjual Makanan Online Timika. Kami sifatnya membantu bisa tetap jalan dalam situasi ini,” ujarnya.

Sementara itu di sejumlah postingan facebook juga diperlihatkan foto kartu tanda pengenal kurir.

Seperti dipostingan pemilik akun facebook Madank Ramadhan. Di postingan itu disertakan juga foto kartu tanda pengenal kurir penjual makanan online dan lokasi pengambilan kartu tanda pengenal tersebut.

“Sy sebagai Ketua PPMOT (Persatuan penjual makanan online Timika), Sy hanya mengeluarkan Kartu Tanda pengenal kurir Makanan, Bukan SURAT IZIN JALAN, dan ini telah disetujui oleh FORKOPIMDA Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dalam hal ini (Bupati, Wakil Bupati, DPRD, Kapolres, kejaksaan), sy tdk akan berani menerbitkan kartu ini kalo tdk ada izin. Ini tdk diperjualbelikan, Rp 50.000 itu hanya untuk menganti biaya cetak ID card, stiker dan biaya administrasi. Bahkan Kami terjun langsung ke pos pos untuk memperlihatkan bentuk Kartu tanda pengenal Kurir kepada petugas Perwira polisi dan satpol PP, kartu dari Persatuan penjual makanan online Timika, agar teman2 bisa berjualan secara delivery sampe malam, dan tdk dapat cegat lagi pada saat antar makanan, kartu ini bukan dari dana pemerintah jadi ini tdk gratis seperti berita yg beredar, ini bukan bantuan pemerintah, butuh uang dan tenaga untuk membuat kartu ini dan mengatur admistrasi, mohon Maaf ini bukan bisnis dan saya dan pengurus lainnya tdk memperjualbelikan kartu tanda pengenal kurir makanan,” demikian penggalan kalimat dipostingan akun facebooknya yang disertai video saat memperlihatkan kartu tanda pengenal kurir kepada petugas yang melakukan penjagaan pada malam hari dalam masa PPKM ini. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar