Masyarakat di Mimika Barat Jauh Mengonsumsi Air yang Tidak Layak

Bagikan Bagikan
Sekda Mimika, Michael Gomar (keenam dari kiri) foto bersama Kepala Distrik Mimika Barat Jauh, Laoren Howai (keempat dari kiri), pegawai distrik, aparat keamanan dan tenaga kesehatan di halaman Puskesmas Potowaiburu (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Masyarakat di Distrik Mimika Barat Jauh mengonsumsi air kali dan air sumur yang keruh, yang seharusnya tidak layak dikonsumsi.

Air keruh itu selain diminum juga digunakan untuk mandi, masak dan mencuci.

Hal ini disampaikan Kepala Distrik Mimika Barat Jauh, Laoren Howai kepada Salam Papua di Timika, Jumat (30/7/2021).

Ia mengatakan, ada lima kampung di distrik tersebut yakni Kampung Aindua, Umar, Potowaiburu, Tapermai dan Yapakopa umumnya mengonsumsi air keruh, hanya di Kampung Tapermai mengonsumsi air yang agak bersih karena kali di Tapermai masih bersih.

“Kalau kali di empat kampung lain itu airnya sangat keruh, air sumur pun sama sangat keruh tapi masyarakat pakai untuk masak, cuci, mandi, minum. Kalau hujan berarti bisa pakai air agak bersih tapi kalau tidak mereka pakai air keruh dan sudah biasa seperti itu,” kata Laoren.

Ia mengaku, kondisi air kali dan air sumur di Mimika Barat Jauh seharusnya sama sekali tidak layak untuk dikonsumsi tapi karena masyarakat tidak punya pilihan lain sehingga mau tidak mau mengonsumsinya.

“Masyarakat di sana mereka minum saja, yang penting ada air karena sumber air hanya itu, mereka tidak punya pilihan lain,” sebutnya.

Menurutnya untuk tenaga kesehatan dan tenaga pendidik di Distrik tersebut untuk minum dan masak mereka menggunakan air hujan jika turun hujan, tapi mandi dan mencuci menggunakan air kali dan sumur tapi  disaring jadi agak bersih. Namun jika tidak turun hujan, untuk masak dan minum juga menggunakan air kali dan air sumur.

“Karena kondisinya tidak ada air bersih, mau tidak mau pakai air sumur dan air kali. Tapi kalau masyarakat asli di sana sama sekali tidak disaring, jadi air keruh langsung diminum,” ujarnya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar