Masyarakat Mimika Barat Hanya Terima BST Rp 50 Ribu, Guru dan Pegawai Distrik Juga Dapat

Bagikan Bagikan
Kasar Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Buntut adanya laporan pemotongan dana Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada warga di 7 kampung di Distrik Mimika Barat, Tim Tipikor Polres Mimika temui ada kejanggalan lain, dimana BST tersebut tidak tepat sasaran karena diberikan juga kepada tenaga guru dan pegawai distrik.

Bantuan dari Kementerian Sosial tersebut seharusnya diberikan kepada masyarakat pesisir selama pandemi covid-19 yang disalurkan  lebih dari satu tahap. Namun, sayangnya banyak warga hanya bisa gigit jari lantaran jatahnya diduga diberikan kepada guru dan pegawai distrik.

“Seharusnya tiap KK di 7 kampung itu dapat Rp 300 ribu, tapi kenyataannya ada yang hanya terima Rp 50 ribu saja. Nah informasi baru lagi ternyata diberikan juga untuk  guru dan pegawai distrik, padahal kan itu untuk warga? Berarti sudah tidak sesuai aturannya,” ungkap Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto, Senin (26/7/2021).

Proses penyelidikan pun tetap dilaksanakan dan sementara hanya mendapatkan informasi dari warga. Jika telah selesai dari warga, selanjutnya akan ke pemerintah kampung.

Kejanggalan lain penyaluran BST itu, bukti penerimaan hanya berupa tandatangan. Padahal aturannya, wajib ada publikasi, dalam hal ini setiap warga penerima harus difoto dengan memegang KTP dan uang BST yang telah diterima.

“Yang datang ambil di kantor POS itu adalah Kepala Kampung atau kepala Distrik, tetapi ternyata sampai di kampung diberikan tidak sesuai peruntukannya,” katanya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar