Pemprov Papua Berencana Melakukan Vaksinasi Dari Rumah ke Rumah

Bagikan Bagikan

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua Muhammad Musaad. (Foto-Antara)

SAPA (JAYAPURA)
- Pemerintah Provinsi Papua berencana melakukan vaksinasi dari rumah ke rumah untuk menindaklanjuti instruksi langsung dari Presiden RI Joko Widodo. 

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua Muhammad Musaad di Jayapura, Jumat, mengatakan instruksi ini dengan menggenjot vaksinasi khususnya di empat klaster penyelenggara PON dan satu daerah penyangga. 

"Kami harus melakukan vaksinasi di lima tempat, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika, Merauke dan Keerom, di mana harus mencapai 70 persen untuk mencapai herd immunity jelang PON XX pada Oktober," katanya. 

Menurut Musaad, paling tidak sekitar 600 ribu orang di lima daerah tersebut harus divaksinasi hingga akhir Agustus 2021, namun kini, tercatat baru sekitar 200 ribu warga yang tersebar di seluruh Papua yang telah divaksinasi. 

“Kami belum hitung berapa banyak yang sudah divaksinasi khusus di lima daerah tersebut, nanti dalam waktu dekat akan dihitung dan dipastikan untuk mencapai target vaksinasi ini," ujarnya. 

Dia menjelaskan untuk menyukseskan percepatan vaksinasi ini, Pemprov Papua juga mempertimbangkan melakukan lockdown selama Agustus 2021, hal tersebut agar penanganan vaksinasi tidak terganggu dengan masalah tambahan kasus baru terkonfirmasi COVID-19. 

"Mulai akhir Juli hingga akhir Agustus akan menggencarkan vaksinasi, sedangkan di sisi lain, kami juga tidak mau ada tambahan kasus baru, nanti mau urus yang mana, tambahan kasus baru atau vaksinasi," katanya lagi. 

Sebelumnya, cakupan vaksinasi COVID-19 di Provinsi Papua hingga kini masih tergolong rendah sehingga berbagai upaya pun dilakukan untuk mempercepat vaksinasi warga di wilayah setempat. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. PIKIRAN TEMBAK MANUSIA.

    Pelaksanaan Vaksinasi indonesia di Papua barat bercampur obat zat cair bios yaitu Molekul-molekul hidrovirus untuk mematikan sel-sel darah merah dan sel dara putih didalam organ tubuh manusia sehingga proses menular ke organ lain selama 14 hari sebelumnya, maka pasien divaksinasi itu tunggu cabut nyawa.
    Dokter dan medis-medis dibayar uang oleh BIN dengan maksud memusnakan manusia-manusia di tanah papua barat.
    Supaya, orang pendatang hidup selamanya ditanah papua barat ini.

    Kenapa Otsus lanjut...? DPR-RI dll siap-siap bertanggung jawab nyawa orang papua barat.
    Suara hati yang hancur merangkai pikiran-pikiran manusia papua bersama para elit politik imprealisme dan kapitalisme di wilayah jajahan.

    Pertanyaan;
    1. Kapan menentukan nasip Bangsa Papua Barat...?
    2. Siapa yang selamatkan generasi papua barat kedepan di atas tanahnya sendiri....?
    3. Apa yang akan nampak melalui implementasi otsus di tanah papua....?
    4. Siapa-siapa yang masuk didalam BIN....?

    Jawab Tanggapannya :

    BalasHapus