Antusias Masyarakat Sangat Tinggi Namun Pelayanan Vaksinasi Belum Optimal? Berikut Penjelasan Kadinkes Mimika

Bagikan Bagikan

Pelaksanaan vaksinasi di halaman Polres Mimika (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Reynold R. Ubra mengaku bahwa ketersediaan vaksin tidak sebanding dengan antusias masyarakat untuk divaksin yang sangat tinggi.

Reynold mengungkapkan hingga tanggal 3 Agustus jumlah ketersediaan vaksin tidak sebanding dengan jumlah masyarakat yang datang ke tiga pos pelayanan vaksinasi yang dibuka selain di Puskesmas yaitu di Polres Mimika, Rumkitban yang dilaksanakan oleh kesatuan TNI serta di wilayah Distrik Kuala Kencana sebanyak dua pos untuk melayani karyawan dan keluarga yang di wilayah PT. Freeport Indonesia (PTFI) maupun sekitarnya.

“Ketersediaan vaksin tidak cukup kalau dibandingkan dengan antusias masyarakat. Besok kemungkinan sudah tidak ada vaksin lagi,” ungkapnya saat ditemui di halaman Polres Mimika, Selasa (3/8/2021).

Disampaikan juga bahwa sampai saat ini, target vaksinasi covid-19 di Timika mencapai 397 ribu lebih. Saat ini pun sementara mengejar cakupannya hingga 70 % dari yang ditargetkan atau sama dengan 135 ribu cakupan.

Tim yang bekerja untuk mencapai cakupan tersebut sebanyak 13 tim dengan kurang lebih 200 orang. Kecepatan pemberian vaksin per hari bisa lebih dari 3000. Namun, selama hampir satu bulan terakhir, kecepatan pemberian vaksinasi rata-rata pada 1.400 hingga 1.500, padahal antusias masyarakat Mimika untuk mendapat Vaksinasi sangat tinggi, baik untuk dosis pertama maupun dosis kedua.

“Jadi antusias masyarakat ini harus dihargai. Apalagi sumber daya terbesar untuk mendorong percepatan vaksinasi ini adalah keterlibatan TNI, Polri, Pemda dan juga pihak lain. Saya pikir ini harus dioptimalkan,” kata Reynold.

Kondisi hingga hari ini, fase vatalityrate di Timika perhari di atas 3%, rata-rata bisa mencapai 4,6 hingga 5 %. Sementara angka kesembuhan harian berkisar pada 5 hingga 10 % pasien covid-19.

Ini menunjukkan bahwa dalam masa PPKM skala mikro maupun di hari kedua PPKM level 4 ini pelayanan vaksinasi benar-benar belum optimal, sehingga yang dilakukan saat ini adalah upaya melakukan komunikasi dengan tim Dinkes Provinsi Papua.

Kendalanya adalah ketersediaan vaksin di Provinsi yang disalurkan ke tiap kabupaten sangat terbatas.

Yang diharapkan adalah dua hal, dimana yang pertama dengan adanya peningkatan kasus covid yang dibuktikan dengan keterpakaian tempat tidur di RS telah lebih dari 80 sampai 90 %. Sedangkan untuk angka kematian telah sampai di atas 4 sampai 5 %. Angka kesembuhan menurun dari 97% menjadi 86 % secara kumulatif dan yang sembuh hanya di kisaran 6 sampai 10 %.

Di sisi lain, angka positif yang diperiksa secara PCR maupun tes cepat antigen capai di atas 30% perhari. Untuk hal ini, yang bisa satgas lakukan dari penerapan protokol kesehatan yaitu percepatan dan perluasan pemberian vaksinasi kepada masyarakat.

Dijelaskan bahwa jika dilihat, semakin meningkatnya kasus kematian ternyata didominasi oleh masyarakat yang memiliki riwayat Komorbid dan juga yang belum divaksin.

Untuk menekan angka kematian tersebut, yang perlu dilakukan ialah pemberian vaksin terutama dosis pertama, karena itu mampu menurunkan angka kesakitan dan kematian. Dalam hal ini, orang yang telah menerima vaksin dosis pertama, jika mereka terpapar covid, maka gejalanya adalah gejala ringan.

Jika kelompok Komorbid yang telah divaksin, kemudian meninggal dunia, sebenarnya tidak berhubungan dengan vaksin, karena reaksi penolakan tubuh terhadap vaksin itu adalah selama 30 menit pertama setelah divaksin.

“Kemarian karena belum divaksin itu presentasinya 99%. Kemudian yang lainnya karena punya Komorbid.  Ini tentunya menjadi sinyal bahwa perlu adanya kelompok rentan yang harus menjadi prioritas, dan kelompok resiko menjadi prioritas kedua. Ini hanya bisa dilakukan jika vaksinasi tersedia dan protokol kesehatan tetap dilakukan. Pembatasan-pembatasan oleh Satgas sudah dilakukan. Hari ini dimulai dengan pelaksanaan tracing dan testing secara terpadu yang melibatkan Dinkes, Polri-TNI dan aparatur di tingkat Distrik dan tingkat kampung dan kelurahan. Kita harap dua Minggu ke depan rata-rata presentasi ketersediaan tempat tidur sudah bisa turun,” tuturnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar