BLT, BST dan PSA di Distrik Mimika Tengah Tidak Ada Pemotongan, Kadistrik: Itu Milik Masyarakat

Bagikan Bagikan
Kepala Distrik Mimika Tengah, Samuel Yogi didampingi pihak kepolisian dan TNI saat menyerahkan BLT DD kepada masyarakat Kampung Keakwa (Foto:SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) - Kepala Distrik Mimika Tengah, Samuel Yogi memastikan pembagian bantuan yang diberikan kepada masyarakat 5 Kampung di wilayahnya, baik itu bantuan langsung tunai (BLT), bantuan sosial tunai (BST), dan Dana Program Sembako Alternatif (PSA) tidak ada pemotongan.

Yogi mengatakan, sejauh ini pihaknya tidak menemui masalah saat pembagian bantuan kepada masyarakat 5 Kampung di wilayah Distrik Mimika Tengah yakni Atuka, Keakwa, Timika Pantai, Aikawapuka, dan Kamora.

Pembagian bantuan dilakukan secara transparan disaksikan oleh pihak kepolisian, TNI, aparat kampung serta masyarakat setempat.

Meskipun banyak masyarakat yang melakukan protes karena sebagian masyarakat tidak terdaftar sebagai penerima manfaat, pihak Distrik dan Kampung tetap memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat.

Menurut dia, bantuan seperti BST dan PSA, tidak semua masyarakat terdaftar sebagai penerima manfaat, sehingga pihak Distrik dan Kampung selalu menjadi bulan-bulanan masyarakat.

"Bantuan ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat dan soal data kita dari Distrik dan Kampung tidak mengetahui itu, tapi kita sebagai pemerintah tetap memberikan penjelasan kepada masyarakat, mungkin saja ada yang belum memahami alurnya," terangnya kepada Salam Papua.

Perjalanan dari ibu kota Distrik Mimika Tengah ke 4 kampung lainnya harus ditempuh menggunakan transportasi laut (loang boat), namun dia mengaku tidak akan ada pemotongan.

“Bantuan yang diperuntukan bagi masyarakat itu artinya milik masyarakat, kita pastikan tidak ada pemotongan. Semua dana yang dikeluarkan untuk transportasi dan bahan bakar kita gunakan dana operasional Distrik dan bahkan kita keluarkan dana pribadi, itu semua demi masyarakat," ungkap Yogi.

Dia mengapresiasi 5 kepala Kampung di wilayah Distrik Mimika Tengah atas dukungan yang baik sehingga penyaluran bantuan kepada masyarakat berjalan baik dan tidak ada pemotongan, meskipun mendapatkan caci maki dari masyarakat karena tidak masuk sebagai penerima manfaat.

Dia menambahkan bahwa bantuan yang diberikan kepada masyarakat dimanfaatkan dengan baik untuk kebutuhan hidup bukan untuk kesenangan hidup. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar