Bupati Asmat Sebut Dibukanya Penerbangan Wings Air Timika-Ewer Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Bagikan Bagikan
Bupati Asmat, Elisa Kambu,S.Sos (Dok:SAPA)

SAPA (TIMIKA) - Dibukanya rute penerbangan maskapai Wings Air Timika-Ewer mempermudah akses orang yang mau ke Asmat atau dari Asmat mau ke Timika bahkan ke daerah lain.

Hal ini menurut Bupati Asmat, Elisa Kambu,S.Sos, tentunya dapat meningkatkan perekonomian warga di Kabupaten Asmat.

“Banyak orang memang mau ke Asmat tapi kesulitan karena transportasi. Puji Tuhan kami Pemda dan masyarakat Asmat berani membangun bandara supaya banyak orang bisa datang ke Asmat. Tentunya semakin banyak orang yang datang ke Asmat bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Asmat,” ungkap Elisa Kambu saat ditemui awak media di Kuala Kencana, Timika, Papua, Jumat (20/8/2021).

Ia mengatakan, penerbangan Timika-Ewer resmi berjalan sejak kemarin Jumat (20/8/2021) dengan jadwal penerbangan dua kali dalam seminggu.

“Untuk awal ini jadwal penerbangam dua kali dalam seminggu, kapasitas penumpang 70 orang. Nanti kita lihat kalau penumpangnya semakin meningkat kemungkinan ada penambahan,” jelasnya.

Dijelaskan, rute penerbangan harusnya ke Merauke juga hanya saja untuk sementara Bupati Merauke menyurati pesawat tidak boleh landing di Merauke.

“Ini hanya untuk sementara saja, tapi intinya rute penerbangan nanti sampai Merauke,” tuturnya.

Menurutnya, dengan lancarnya arus transportasi di Asmat otomatis aktivitas perekonomian di Asmat pasti akan berkembang, karena orang yang datang ke Asmat pasti butuh tempat untuk menginap, butuh makanan dan lainnya.

“Dengan sendirinya perputaran ekonomi jadi lancar, penghasilan masyarakat jadi lebih banyak,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejak 2020 dan 2021 ini tidak dilakukan festival budaya Asmat karena Pandemi Covid-19. Padahal ini merupakan ikon utama yang menjadi sumber pendapatan masyarakat Asmat.

Sementara untuk PON XX yang rencananya dilaksanakan tahun ini di Papua, Elisa berharap bisa sukses dilaksanakan karena harga diri dan martabat masyarakat Papua dipertaruhkan dalam event ini.

“PON ini dilakukan di Papua, jadi kita semua punya tanggung jawab untuk menyukseskan. Meskipun dalam situasi pamdemi Covid-19 kita semua berdoa supaya PON harus jalan dan sukses karena harga diri dan martabat orang Papua dipertaruhkan di event ini. Kita harus menunjukkan kalau kita siap dan layak seperti daerah lain,” pungkasnya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar