Empat Kontingen Papua Untuk PON XX Sudah Tiba di Timika

Bagikan Bagikan
Cesar Avianto Tunya (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Empat kontingen Papua untuk PON XX dari cabang olahraga bola tangan, futsal, panjat tebing dan aero meodelling, sudah tiba di Timika.

“Kontingen futsal dan bola tangan saat ini ada di Hotel Kanguru, panjat tebing ada di Kamoro Tame dan aeromodelling ada di Hotel Emerald,” ungkap Sekretris Umum Sub PB PON Klaster Mimika, Cesar Avianto Tunya kepada awak media usai Rapat Koordinasi Sub PB PON XX/2021 Papua Kabupaten Mimika di Hotel Grand Mozza Timika, Papua, Selasa (24/8/2021).

Menurut Cesar, kontingen lain dari Papua dan dari daerah-daerah lain di Indonesia akan menyusul, yang pasti tanggal 23 September semua kontingan dari seluruh Indonesia sudah masuk dalam penginapan. Kemudian tanggal 27 September akan dilakukan kirab Api PON. 

“Sesuai jadwal pada tanggal 23 September kita sudah mulai 1 nomor pertandingan cabang olahraga terbang layang. Nanti tanggal 27 September Kirab Api PON di Timika,” ungkapnya.

Ia mengatakan, untuk gebyar PON di Mimika masih dikoordinasikan dengan bidang upacara PB PON di Jayapura. Kondisi geografis menjadi kendala dalam pelaksanaan gebyar PON karena dilakukan di tiga cluster yakni Jayapura, Merauke dan Timika.

“Karena kondisi geografis ini kan agak bermasalah, kita perlu waktu karena cluster ada di Jayapura, Merauke dan di Timika. Jadi untuk Gebyar PON di Timika ini nanti kita lihat akan dilakukan atau seperti apa acaranya, karena dari sisi waktu juga ada kendala. Nanti lebih pasti kita lihat tapi jadwal itu kan sudah masuk di kontrak pasti dilakukan waktunya nanti dipindahkan,” kata Cesar.

Dalam Gebyar PON nanti, lanjut dia, harusnya didatangkan artis namun itu menjadi kewenangan PB PON Papua.

“Karena bidang upacara PB PON Papua yang tangani itu, kalau kita di sini sub,” pungkasnya.

Sementara itu Manajer Tim Panjat Tebing Papua, Sarlota Tandirerung, ketika ditemui Salam Papua di Hotel Kamoro Tame menjelaskan bahwa kontingen panjat tebing Papua tiba di Timika pada Sabtu siang (21/8/2021).

Ada 23 orang dalam kontingen itu yang terdiri dari pelatih dan official ada 10 orang serta atlet 13 orang.

“13 orang atlet ini 8 laki-laki dan 5 perempuan. Atlet panjat tebing dari tim Papua ini ada yang asli Papua, ada yang non Papua,” ujarnya.

Usia atlet-atlet panjat tebing itu berkisar dari 16 tahun sampai 33 tahun.

“Umur yang paling muda itu 16 tahun, ada dua orang mereka masih SMA walaupun serius latihan mereka tetap sekolah online. Paling tua 33 tahun,” jelas dia.

Ia mengatakan cabang olahraga (Cabor) panjat tebing ini pemula buat Papua sehingga atlet benar-benar berlatih keras.

“Cabor panjat tebing ini pemula buat Papua. Kalau di daerah Jawa anak-anak umur tiga tahun sudah latihan panjat tebing, jadi atlet-atlet kita memang berlatih keras selama dua tahun,” ujarnya.

Menurutnya, setelah dilakukan perekrutan atlet panjat tebing pada Bulan Februari lalu, atlet langsung dibawa untuk berlatih selama satu tahun di Stadion Manahan Solo. Tapi jauh hari sebelum perekrutan atlet panjat tebing sudah latihan pada media panjat tebing di Kampus Yapis Jayapura.

Setelah satu tahun di Solo atlet pindah berlatih di Jakarta.

“Di Jakarta kita berlatih di beberapa tempat, kita pindah-pindah media,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, kontingen panjat tebing lebih awal datang ke Timika untuk pengenalan media dan adaptasi dengan cuaca.

“Atlet panjat tebing harus terbiasa dengan media. Kalau kita tidak menguasai tempat, terus kita tuan rumah, nanti kita yang setengah mati. Kita juga perlu adaptasi dengan cuaca di sini karena anak-anak dari luar,” sebutnya.

Selama di Timika, pihaknya memperhatikan dengan teliti pola makan atlet, nilai gizinya diatur dengan baik termasuk juga mengonsumsi vitamin.

Selain itu juga mengawasi secara ketat atlet dalam pergaulannya selama di Timika agar tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami siapkan atlet-atlet ini di kota sekelas Jakarta saja mereka masih disiplin tidak melenceng. Kami terapkan kalau malam minggu boleh keluar sampai jam 10 malam, tapi hari biasa jam 9 malam sudah wajib dalam kamar. Aturan yang sama kami berlakukan juga selama di Timika,” ungkapnya.

Dalam event PON ini, pihaknya menargetkan dua medali emas, namun tidak menutup kemungkinan lebih dari itu.

“Target kita di pohon itu 2 medali emas tapi itu tidak menutup kemungkinan. Kita di panjat tebing itu ada 16 nomor empat kategori,” ujarnya.

Menyusul Pelatih panjat tebing Papua, Judistiro mengaku terpesona dengan venue panjat tebing di Timika. Menurutnya, venue tersebut sangat bagus dan sesuai dengan ekspektasi.

“Venuenya sangat bagus sesuai dengan ekpektasi kami, sama seperti yang saya lihat di foto sebelumnya,” kata Eks pelatih tim nasional panjat tebing Indonesia itu. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar