Gereja Kingmi Puncak Selatan Minta Hentikan Proses Hukum Victor Yeimo dan Bebaskan Antonius Wamang

Bagikan Bagikan
Deklarasi permohonan penghentian tuntutan hukum Victor Yeimo, Pembebasan Antonius Wamang dan pernyataan mendukung vaksinasi (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Departemen Keadilan dan Perdamaian Koordinator Puncak Selatan Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua menggelar deklarasi dan mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Jayapura agar menerbitkan surat ketetapan penghentian proses hukum atau penuntutan Victor Yeimo, Selasa (10/8/2021).

Kejari Jayapura diminta agar menyelesaikan kasus Victor tanpa melalui jalur Pengadilan Negeri (PN) berdasarkan peraturan Kejaksaan RI nomor 15 tahun 2020 tentang penghentian penuntutan dan diharapkan proses penyelesaiannya dilakukan di kantor Kejari Jayapura. 

Namun demikian bila kepala Kejari Jayapura berpendapat atau berkeyakinan lain, maka gembala memohon penuntutannya yang lebih ringan, mengingat tujuan penuntutan bukanlah pembalasan dendam atau penjerahaan tetapi bertujuan mendidik dengan memberi kesempatan kepada orang tersebut memperbaiki tingkah lakunya di tengah masyarakat. 

Kalau proses penuntutan tersangka masih lanjut, maka Victor Yeimo selaku tersangka dipindahkan dari rumah tahanan negara (Rutan) markas komando Korps Brimob ke rutan Lapas kelas II A Abepura Jayapura.

Untuk diketahui Victor Yeimo ditangkap Satgas Nemangkawi di Jayapura tanggal 9 Mei 2021 lalu sebagai aktor utama kerusuhan yang melanda beberapa daerah di Papua, Agustus hingga Oktober 2019 lalu sebagai sebagai pemimpin demonstrasi serta orator.

Selain mendesak penghentian penuntutan atas Victor Yeimo, Deklarasi yang dipimpin oleh Pdt. Seserius Adii terebut dalam Surat Gembala juga menyampaikan  Permohonan pengeluaran dan pembebasan narapidana Antonius Wamang melalui program Asimilasi dan Integrasi dalam rangka penanggulangan COVID-19. 

Hal ini berdasarkan keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang pengeluaran dan pembebasan narapidana dan anak melalui asimilasi dan integrasi dalam rangka pencegahan penanggulangan penyebaran  covid-19.

Antonius Wamang merupakan pelaku penembakan di Mile 62-63 Timika, Agustus dan September tahun 2002 lalu. Ketika itu, dua guru warga negara Amerika Serikat, Rickey Lynn Spier dan Leon Edwin Burgon, serta warga Indonesia, Bambang Riwanto, ditembak sewaktu mereka dalam perjalanan ke tambang emas dan tembaga milik PT Freeport Indonesia di Papua.

Pengadilan menetapkan Antonius Wamang yang disebut-sebut sebagai anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebagai pelaku utama peristiwa itu.

Deklarasi yang dilakukan di halaman Gereja Kingmi C Heatubun tepatnya di depan kantor Polsek Mimika Baru ini juga sekaligus menyatakan sikap mendukung pelaksanaan vaksinasi covid-19. Namun dengan catatan tidak harus memaksa masyarakat.

Pantauan Salam Papua, deklarasi diawali dengan ibadah bersama. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar