Ikan Baramundi, Kakap Merah dan Udang Sebagai Konsumsi Atlet PON XX di Mimika

Bagikan Bagikan
Leentje Siwabessy (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Ikan baramundi, kakap merah dan udang akan sebagai bagian dari konsumsi atlet saat pagelaran PON XX di Timika, Papua pada Bulan Oktober mendatang.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mimika, Leentje Siwabessy, di Balai Benih Ikan Lokal (BBIL) di Kampung Bhintuka, SP13, Distrik Kuala Kencana, Jumat (27/8/2021).

Ia mengatakan, hal ini sudah diputuskan dalam rapat antara PT. Pangan Sari Utama (PSU) sebagai pemasok bahan makanan saat PON ini, Dinas Perikanan Kabupaten Mimika dan panitia bidang konsumsi Sub PB PON Mimika beberapa waktu lalu.

“Dari hasil rapat itu ikan yang dibutuhkan hanya ikan baramundi, kakap merah dan udang. Tiga jenis saja sehingga kita masih menunggu rapat lagi dengan pengurus PSU kira-kira berapa banyak yang mereka butuhkan, supaya kita bisa memastikan bahwa ketersediaan itu ada cold storage dan pengusaha perikanan,” kata Leentje.

Kebutuhan ikan dan udang untuk PON ini, kata dia, tidak bisa yang sudah terlalu lama di cold storage, harus segar dan juga ikan fillet sehingga nanti rapat berikutnya minggu depan dengan PSU untuk memastikan berapa banyak iklan dan udang yang dibutuhkan sehari untuk atlet. Kemudian pihaknya akan mengumpulkan pengusaha-pengusaha di sektor perikanan untuk menyampaikan hal tersebut. 

“Yang dibutuhkan ini ikan-ikan berkualitas tinggi jadi harus diatur sebaik mungkin. Cold storage untuk pembekuan ikan kita sudah sangat siap dan itu tidak diragukan lagi kualitasnya. Ikan baru masuk lima menit saja langsung beku, tempat pengawetan ikan di PPI Pomako sudah sangat bagus dan sudah mendapatkan sertifikat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ujarnya. 

Ia mengatakan, belum bisa memastikan untuk kebutuhan ikan saat PON nanti, hanya mengambil ikan dari Timika atau memasok juga dari luar Timika karena belum ada rapat terkait hal ini dengan pemasok.

“Kita  lihat dulu apakah kita ambil ikan lokal saja atau datangkan dari luar, kita lihat dulu seberapa banyak kebutuhannya. Kalau nelayan-nelayan kita di sini biasanya tangkap ikan berbagai jenis sedangkan yang dibutuhkan hanya kakap merah, baramundi dan udang, jadi kita rapat dulu dengan pemasok baru tahu keputusannya seperti apa,” pungkas Leentje. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar