Ketua DPD RI LaNyalla Ingatkan Percepatan Vaksinasi Di Daerah Rentan Penularan

Bagikan Bagikan

Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti. (Foto-Antara)

SAPA (SURABAYA)
- Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mengingatkan pemerintah untuk mempercepat vaksinasi, terutama di seluruh daerah yang rentan terhadap tingginya tingkat penularan COVID-19. 

"Sebaiknya, masyarakat tidak terburu-buru untuk melepaskan masker meskipun telah divaksin. Biarkan kondisi berangsur pulih dahulu dan angka kasus positif COVID-19 bisa ditekan," ujarnya di sela masa reses di Jawa Timur, Selasa. 

Selain itu, katanya, rencana pemerintah menyiapkan roadmap pelaksanaan hidup berdampingan dengan COVID-19 sebagai langkah antisipasi yang dinilai tepat. 

Hanya, kata La Nyalla, terdapat beberapa hal yang harus menjadi perhatian serius pemerintah. 

"Kita memang tidak pernah tahu sampai kapan pandemi akan berlangsung. Terus bertahan dengan kondisi seperti ini sepertinya akan sulit karena banyak sektor sudah terpukul," ucap dia. 

"Menyiapkan roadmap untuk hidup berdampingan dengan COVID-19 adalah langkah yang tepat. Asalkan proses vaksinasi dilaksanakan dengan maksimal," kata dia. 

Senator asal Jawa Timur tersebut optimistis roadmap hidup berdampingan dengan COVID-19 bisa memulihkan ekonomi dan sektor lain secara bertahap. 

"Artinya, akan ada pelonggaran-pelonggaran peraturan dan diperbolehkannya aktivitas ekonomi. Khususnya sektor perdagangan, kawasan perkantoran, industri, transportasi umum, pendidikan, dan pariwisata," katanya. 

Menurut dia, langkah tersebut sangat baik, namun tetap harus menggunakan protokol kesehatan ketat serta diberikan persyaratan-persyaratan tertentu, seperti telah vaksin dan persyaratan bebas COVID-19. 

Mantan Ketua Umum PSSI itu menambahkan yang terpenting dari semua peraturan pemberlakuan pelonggaran yang diberikan adalah implementasi yang benar dan ketat. 

Ia meminta semua pihak mematuhi kebijakan yang diambil pemerintah agar dapat menekan penularan. 

"Namun, kita juga berharap sikap, tindakan, dan propaganda yang kontroversi tidak dilakukan para pelaku usaha dan pelaku sektor lainnya. Dalam kondisi ini, kita harus saling dukung agar bisa bangkit bersama-sama," tutur dia. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar