Ketua MKKS: SMA dan SMK di Mimika Seperti Kehilangan Induk, di Daerah Lain Masih Diperhatikan Pemda Setempat

Bagikan Bagikan
Ketua MKKS Kab. Mimika, John Lemauk, S.Pd, M.Eng (Foto:SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) - Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kabupaten Mimika, John Lemauk,S.Pd,M.Eng mengungkapkan bahwa SMA dan SMK di Kabupaten Mimika tidak pernah lagi mendapat perhatian dari pemerintah Kabupaten Mimika.

John mengatakan, sejak tahun 2018 pengambilalihan pengelolaan SMA dan SMK oleh pemerintah Provinsi, sehingga sejak saat itu berakhir pula perhatian pemerintah Kabupaten Mimika kepada sekolah-sekolah tersebut di Mimika.

"Kami seperti kehilangan induk, tidak ada perhatian dari pemerintah Kabupaten Mimika. Kami ini urus anak-anak Kabupaten Mimika bukan urus anak-anak Provinsi," ungkap John, Rabu (25/8/2021).

Dikatakan, selama ini SMA/K di Kabupaten Mimika hanya bisa mendapatkan bantuan dari Provinsi berupa dana bantuan operasi sekolah (BOS).

"Daerah lain meskipun SMA/K kewenangannya telah ditarik kembali ke Provinsi namun masih ada perhatian dari pemerintah Kabupaten/Kota setempat. Dulu kita selalu dapat insentif, dana Bopda, dana ujian nasional dan praktik, serta untuk ujian kompetensi, sekarang semua tidak lagi diberikan," terangnya.

Dia mengklaim para kepala sekolah SMA/K di Mimika yang tergabung dalam MKKS telah menyuarakan kepada Pemerintah Kabupaten Mimika agar menunjukkan dan melantik Unit Perbantuan di Mimika sebagai perwakilan Pemerintah Provinsi Papua.

Unit tersebut ditunjuk oleh pemerintah setempat dan dilantik oleh Bupati serta segala urusan yang berkaitan dengan kenaikan pangkat, administrasi dan bantuan dari pemerintah setempat kepada SMA/K bisa melalui Unit Perbantuan.

"Unit perbantuan di Mimika sampai sekarang tidak ada, padahal di daerah lain itu ada, makanya sekolah menengah atas dan kejuruan di Mimika terkatung-katung, hanya ada wadah MKKS sebagai kaki tangan provinsi Papua. Sekarang ini mau urus kenaikan pangkat kami harus berangkat ke Jayapura, seharusnya bisa dilakukan di sini jika ada unit perbantuan dan perhatian pemerintah Kabupaten Mimika juga melalui unit perbantuan. Kami sudah berusaha tapi tidak ada hasilnya," terangnya. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar