Masyarakat Kampung Keakwa dan Timika Pantai Tandatangani Kesepakatan Tolak Miras

Bagikan Bagikan
Masyarakat Keakwa dan Timika Pantai saat menandatangani kesepakatan tolak Miras yang disaksikan Kepala Distrik Mimika Tengah Samuel Yogi dan Perwakilan Polsek Miktim (Foto:SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) - Masyarakat dua Kampung Keakwa dan Kampung Timika Pantai melaksanakan penandatanganan kesepakatan bersama menolak mengonsumsi minuman keras (Miras), Kamis (19/8/2021).

Tandatangan kesepakatan tersebut setelah Kepala Distrik Mimika Tengah, Samuel Yogi melarang keras masyarakat 5 Kampung yang berada di wilayah Distrik Mimika Tengah untuk mengonsumsi Miras ataupun membawa atau menjual Miras di wilayah Mimika Tengah. Kegiatan tersebut juga dilanjutkan dengan doa bersama.

Tandatangan tersebut diikuti seluruh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, aparat kampung, para Linmas dan bahkan tokoh perempuan.

Samuel Yogi yang baru menjabat sebagai kepala Distrik hampir setahun itu secara tegas melarang masyarakat Mimika Tengah untuk mengonsumsi Miras.

Dikatakan, Miras hanya akan merusak kesehatan yang dapat merugikan diri sendiri serta merugikan orang lain.

Hal tersebut ia lakukan lantaran banyaknya aduan dan keluhan dari masyarakat tentang Miras dan bahkan masyarakat sering gunakan bantuan dari pemerintah seperti bantuan langsung tunai (BLT) untuk membeli minuman keras.

"Bantuan dari pemerintah kepada masyarakat itu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sehingga gunakan itu untuk kebutuhan hidup bukan untuk membeli Miras. Saya tegaskan setelah tandatangan kesepakatan ini tidak ada lagi masyarakat yang mengonsumsi Miras apalagi membawa dan menjual Miras di wilayah Distrik Mimika Tengah, jika ketahuan maka akan langsung diproses hukum," tegasnya.

Dia mengungkapkan, mengonsumsi Miras bukan budaya orang Papua khususnya orang pesisir. Miras hanya akan menghancurkan dan merusak masyarakat.

Dia juga menegaskan kepada aparat kampung untuk mengawasi dan melaporkan jika masih ada masyarakat Mimika Tengah yang mengonsumsi Miras dan ia meminta kepada aparat kampung memberikan teladan yang baik kepada masyarakat dan tidak mengonsumsi Miras.

"Aparat kampung yang mengonsumsi minuman keras, kepala kampung langsung pecat, gantikan dengan orang lain. Saya minta Linmas menjadi garda terdepan untuk memberantas Miras di setiap kampung, kalau ada masyarakat yang pukul Linmas yang tegur, saya akan langsung turun tangan," ujarnya.

Larangan Miras di wilayah Distrik Mimika Tengah juga akan didorong untuk ditetapkan regulasinya,  sehingga larangan tersebut tidak berumur jagung, namun akan berlaku sampai generasi berikutnya.

"Saya lakukan ini untuk selamatkan masyarakat Mimika Tengah yang tersisa, dan Miras menjadi pemicu berkurangnya masyarakat Mimika Tengah, sehingga mau tidak mau  Miras harus dihentikan," katanya.

Untuk merealisasikan hal tersebut akan dibangun kantor Polsek Mimika Tengah dan kantor Koramil Mimika Tengah.

"Kita akan bangun Polsek dan Koramil Mimika Tengah, rencananya mulai tahun depan karena kita sudah dorong di Musrenbang tahun 2022. Kantor akan ditempatkan pas di pintu masuk, jadi setiap masyarakat yang masuk wajib diperiksa untuk dipastikan tidak membawa Miras atau tidak dalam pengaruh Miras," terangnya.

Sementara itu, Kanit Provos Polsek Mimika Timur, Aipda Alex Niwele mewakili Kapolsek Mimika Timur mengapresiasi dan mendukung penuh langkah yang diambil oleh kepala Distrik Mimika Tengah.

"Kami pihak kepolisian sangat mendukung  terobosan dari kepala Distrik. Miras dapat mengganggu keamanan di lingkungan, Miras dapat merugikan diri sendiri juga merugikan orang lain, dan hari ini kita punya tanggungjawab yang sama untuk menjaga keamanan di lingkungan kita dan masyarakat punya tanggungjawab yang sama untuk mengawasi peredaran Miras di Mimika Tengah," kata Alex.

Ia juga menekankan agar masyarakat dapat mempergunakan BLT untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat bukan untuk kesenangan diri.

Di samping itu, Polsek Miktim terus memburu dan memberantas masyarakat yang memproduksi Miras, karena hal tersebut berdampak buruk bagi masyarakat.

Sedangkan Kepala Kampung Keakwa, Wiro Laurens Potereyau mewakil masyarakat, mengapresiasi kepala Distrik yang mau peduli masyarakat dengan menyelamatkan masyarakat dari pengaruh Miras.

"Masyarakat Keakwa sepakat menolak Miras. Miras ini selalu menjadi pemicu masalah dan kekerasan dalam rumah tangga. Terimakasih kepada Kepala Distrik yang sudah mau peduli dengan masyarakat di Wilayah Mimika Tengah," terangnya.

Kemudian Kepala kampung Timika Pantai, Yulianus Amatimukata mendukung penuh program dari Kepala Distrik untuk memberantas Miras di wilayah Mimika Tengah.

"Saya senang dan mendukung langkah seperti ini karena dapat menyelamatkan masyarakat dari kebiasaan buruk. Karena bantuan dari pemerintah yang masuk untuk kebutuhan masyarakat bukan dipergunakan untuk hidup tetapi mereka gunakan untuk Miras. Oleh karena itu larangan ini kami sangat berterimakasih,” ujarnya. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar