Mimika Terapkan PPKM Level 3, Sekolah Bisa Tatap Muka dan Tempat Ibadah Boleh Dibuka

Bagikan Bagikan
Suasana rapat evaluasi penerapan PPKM level 4 (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Mimika mulai menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 sehingga sudah bisa dilakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah dan tempat ibadah sudah boleh dibuka namun penyekatan jalan masih tetap dilakukan seperti biasa.

Demikian disampaikan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng,S.E,M.H kepada wartawan di Hotel Grand Mozza usai rapat evaluasi penerapan PPKM level 4, Rabu (18/8/2021).

Ia mengatakan, untuk kegiatan peribadatan di tempat-tempat ibadah sudah boleh dilakukan namun yang hadir di tempat ibadah hanya bisa 50 persen dari kapasitas ruangan, dan wajib mematuhi protokol kesehatan (Prokes).

Sementara untuk KBM tatap muka di sekolah diperbolehkan hanya 25 persen dari kapasitas ruangan, kecuali jika semua guru dan pelajar yang usianya 12 tahun ke atas sudah divaksin bisa dipertimbangkan menjadi 50 persen.

“Kita berubah dari level 4 turun ke level 3, rumah-rumah ibadah boleh dibuka tapi jumlah orang yang hadir hanya 50 persen dari kapasitas ruangan. Di kantor-kantor juga begitu, pegawai yang masuk kerja hanya 50 persen dari kapasitas ruangan. Di sekolah juga boleh tatap muka tapi hanya 25 persen dari kapasitas ruang kelas. Kalau anak-anak usia 12 tahun ke atas sudah divaksin dan semua guru juga sudah divaksin maka kita bisa naikan jumlah pelajar yang hadir 50 persen dari kapasitas ruangan,” ujarnya.

Dikatakan, KBM tatap muka penting dilakukan karena tidak semua orang tua memiliki HP dan laptop untuk sekolah online.

“Tidak semua orang tua punya HP dan Laptop atau mungkin juga tidak mengerti dengan penggunaan HP dan laptop untuk sekolah online, jadi sekolah tatap muka kita perbolehkan dengan tetap mematuhi Prokes dan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Sementara persyaratan bagi pelaku perjalanan dari daerah lain ke Timika masih seperti biasa, harus ada sertifikat vaksin dan surat hasil PCR. Begitu juga untuk pelaku perjalanan di wilayah Papua tetap harus ada sertifikat vaksin dan surat hasil PCR.

Ia pun mengimbau masyarakat Mimika untuk divaksin, terlebih pelaku-pelaku usaha di sekitar venue PON wajib vaksin. Jika tidak, maka tempat usahanya akan ditutup.

“Masyarakat kalau tidak vaksin saat PON nanti tidak boleh nonton. Kemudian pelaku-pelaku usaha yang ada di wilayah SP5, sepanjang Jalan Cenderawasih, sekitar Gedung Eme Neme Yauware, sekitar lapangan Timika Indah atau dekat venue PON wajib vaksin, kalau tidak divaksin maka tempat usahanya ditutup. Aturan ini sudah resmi kami terapkan hari ini,” ujarnya.

Selain itu pelaku usaha dan masyarakat yang  ada di area perhotelan yang menjadi tempat penginapan atlet juga wajib vaksin.

“Jadi target kita 175 ribu orang harus divaksin sehingga PON bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sementara penyekatan jalan, tambah dia, masih dilakukan seperti biasa.

“Jadi aktivitas  masyarakat sampai jam tujuh malam dan penyekatan mulai dilakukan jam delapan malam,” kata Omaleng. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar