Pembangunan PAM Tidak Beri Solusi, Masyarakat Atuka Bergantung Pada Air Hujan

Bagikan Bagikan
Kepala Kampung Atuka, Arnoldus Natikapereyau (Foto:SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) - Kepala Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah, Arnoldus Natikapereyau mengatakan sampai saat ini masyarakat Atuka masih hidup bergantung pada air hujan.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah membangun PAM Air di daerahnya, namun PAM air tersebut tidak bisa digunakan dan tidak memberikan solusi bagi masyarakat.

"PAM Air yang dibangun tidak ada perawatan makanya airnya tidak bisa dikonsumsi oleh masyarakat karena airnya masih payau (ada sedikit kadar garam dalam air, Red), biarpun dimasak tetap saja rasanya payau,"  ungkap Arnoldus kepada Salam Papua, Rabu (18/8/2021).

Beruntung, kata dia, wilayah Mimika terus diguyur hujan sehingga masyarakat bisa menampung air hujan di Tanki untuk dikonsumsi dan kebutuhan lainnya.

"Kalau musim panas kita tersiksa, karena tidak mungkin kita gunakan air itu untuk minum dan masak. Air sumur juga tidak bisa digunakan. Salah satu jalan untuk mendapatkan air bersih, kami biasa ambil air di sumber mata air (Kepala Air). Untuk sampai ke sana harus pake transportasi laut (Jhonson) dengan jarak tempuh sekitar satu jam lebih. Air yang diambil dari kepala Air datang harus simpan selama 2 jam baru bisa kita salin lagi," ujarnya.

Selaku kepala Kampung dia berharap agar Pemkab Mimika melalui Dinas terkait bisa melakukan perawatan PAM secara berkala sehingga masyarakat bisa menggunakan air untuk kebutuhan dan pembangunan PAM tidak sia-sia. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar