Pemkab Mimika Minta Segera Ada Pembahasan Perjanjian Deviden Saham 10% PTFI

Bagikan Bagikan
Asisten 2 Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Mimika, Syahrial (Foto:SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika mendorong untuk segera dilakukan pembahasan perjanjian divestasi saham 10 persen dari PT. Freeport Indonesia (PTFI) kepada Pemerintah Provinsi Papua sebesar 3 persen dan juga Pemkab Mimika sebesar 7 persen.

Hal tersebut diungkapkan Asisten 2 Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Mimika, Syahrial, seusai rapat tertutup yang digelar di Kantor Bappeda Mimika jalan Cendrawasih SP3, Selasa (3/8/2021).

Syahrial mengatakan, Pemkab Mimika telah menyurati PT Inalum untuk segera ada pembahasan terkait perjanjian-perjanjian dalam deviden saham tersebut, namun Inalum belum menjawab surat tersebut.

"Kalaupun perjanjian tersebut itu sudah dibahas, juga harus ada akte notaris. Akte notaris itu untuk pengesahan perusahaan daerah PT. Papua Divestasi Mandiri yang mengelola saham 10 persen," ungkap Syahrial kepada Wartawan.

Diterangkan, perusahaan daerah tersebut telah di Perdakan oleh Provinsi Papua. Setelah di Perdakan harus ada akte notaris, dan ini yang belum diselesaikan sehingga belum ada proses selanjutnya, baik itu pembagian deviden, maupun pengaturan pembayaran utang.

"Kita mendorong supaya dibahas dulu perjanjian-perjanjian itu, supaya kita punya gambaran, utang kita sekian dan deviden kita sekian, yang bisa kita jadikan perencanaan pembangunan," terangnya.

Menurut dia, pembahasan perjanjian harus lebih awal, sehingga ketika akte notaris diselesaikan, proses selanjutnya langsung berjalan. Sampai saat ini akte notaris tersebut belum diselesaikan oleh Provinsi sehingga belum ada kelanjutan deviden saham tersebut. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar