Pemotongan BST Juga Terjadi di Distrik Mimika Tengah, Bahkan Ada Tahapan yang Belum Dibagi

Bagikan Bagikan

Dua Kepala Kampung saat dimintai keterangan (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Selain laporan pemotongan BST dari Distrik Mimika Barat dan Alama beberapa waktu lalu, saat ini unit Tipikor Polres Mimika juga menerima laporan yang sama dari Distrik Mimika Tengah.

Hal ini diungkapkan Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto. Dia juga mengatakan bahwa ada pula beberapa tahapan BST yang sama sekali tidak dibagi.

“Laporannya sama yaitu warga menerima tidak sesuai dengan jumlah yang sebenarnya. Tahap ke tiga ada yang dapat dan ada yang tidak dapat. Tahapan ke empat sama sekali belum dibagi. Tim kami sudah mulai ke sana untuk penyelidikan,” ungkapnya, Senin (9/8/2021).

Dijelaskan, adanya laporan dari Mimika Tengah ini tentunya tidak menutup kemungkinan akan ada laporan susulan dari Distrik lainnya.

“Kejadian serupa tidak terjadi di Papua saja tapi kalau kita lihat di media, pemberitaan banyak juga terjadi di daerah lainnya di luar Papua,” jelasnya.

Untuk penyelidikan dugaan pemotongan BST di Mimika Barat, menurut dia, sebanyak lima kepala kampung yang telah dimintai keterangan. Dengan demikian, tersisa dua kepala kampung yaitu kampung Digiwia dan Apuri.

Dari beberapa kampung yang telah dimintai keterangan mengaku bahwa mereka pun menerima jumlah yang tidak sesuai dengan jumlah KK. Demikian juga, untuk persoalan data jumlah KK penerima dan besaran per-KK juga tidak diberitahu oleh Kepala Distriknya.

Untuk di Distrik Alam juga sementara dalam proses penyelidikan mengingat merupakan intensi khusus dari Kapolri bahwa harus ikut memonitor terkait penggunaan BST, PKH dan BLT-ADD. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar