Politeknik Amamapare dan PKM Yogyakarta MoU di Bidang Teknologi Pertambangan, Wabup Mimika: Ini Langkah Maju!

Bagikan Bagikan

Tangkapan layar kegiatan penandatanganan MoU Politeknik Amamapare Timika dengan PKM Yogyakarta secara daring (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) – Politeknik Amamapare Timika melakukan penandatangan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) perjanjian kerjasama dengan Koperasi Pandu Karya Mulia (PKM) Yogyakarta dalam hal pengembangan SDM di bidang teknologi pertambangan.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan Kuliah Umum bertajuk “Prospek Eksplorasi Minerba di Indonesia dan Perkembangan Teknologi Dunia Pertambangan” ini digelar secara daring menggunakan aplikasi zoom meeting, Kamis (26/8/2021).

Direktur Politeknik Amamapare Timika, Herman Dumatubun,S.T,M.T dalam sambutannya yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut menyambut baik kerjasama tersebut dan menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada pihak Koperasi Pandu Karya Mulia Yogyakarta yang mau bekerjasama dengan Politeknik Amamapare Timika, yang saat ini merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Vokasi berbasis teknologi terapan di Kabupaten Mimika.

“Saya menyambut baik kerjasama ini dan mengucapkan terima kasih kepada Koperasi Pandu Karya Mulia Yogyakarta yang mau bekerjasama dengan kami untuk mendidik mahasiswa-mahasiswi di Politeknik Amamapare Timika agar menjadi tenaga-tenaga terampil di bidang Teknologi Pertambangan dan siap pakai di dunia industri serta dunia kerja,” ujar Herman.

Sementara itu, Ketua Koperasi Pandu Karya Mulia Yogyakarta, Agus Panca,S.T,M.T dalam sambutannya mengatakan bahwa Koperasi Pandu Karya Mulia Yogyakarta salah satu sasarannya adalah untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia dalam bidang teknologi pertambangan di Indonesia, khususnya saat ini di Indonesia Timur yakni Politeknik Amamapare Timika, sehingga industri penambangan di Indonesia lebih berfokus pada penambangan yang ramah lingkungan.

“Sebagai ruang lingkup kerjasama ini adalah dalam hal penyusunan dan pengembangan kurikulum serta pemanfaatan tenaga pengajar dan tenaga ahli di dunia industri dalam bidang teknologi pertambangan terhadap mahasiswa-mahasiswi Politeknik Amamapare Timika. Para tenaga pengajar ini akan membagikan pengalaman serta ilmu geologi dan pertambangan untuk mahasiswa dapat mengembangkan dan mengaplikasikan ilmunya bagi kemajuan pembangunan di daerahnya,” kata Agus.

Turut hadir dan menyaksikan penandatanganan MoU tersebut, Wakil Bupati Kabupaten Mimika, Johannes Rettob,S.Sos,M.M dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pendapatan Pemerintah Kabupaten Mimika 80 persennya berasal dari pertambangan, khususnya melalui PT. Freeport Indonesia.

Untuk itu, sebagai Pemerintah Daerah, Wabup John memberi apresiasi kepada kedua institusi tersebut dan mendukung penuh kerjasama yang dilakukan dalam mendidik SDM di Kabupaten Mimika sehingga menjadi tenaga-tenaga ahli dan profesional khususnya di bidang teknologi pertambangan.

“Ini suatu langkah maju. Sebagai Pemerintah Daerah mendukung penuh kerjasama ini agar SDM di Kabupaten Mimika menjadi tenaga profesional di bidang teknologi pertambangan. Saya berharap penandatangan MoU saat ini bukan hanya upacara seremonial belaka, tapi harus ada tindak lanjut dengan langkah-langkah nyata agar dapat memberi manfaat bagi Kabupaten Mimika,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Wabup John juga berharap agar Politeknik Amamapare Timika dapat bekerjasama dengan PT. Freeport Indonesia untuk mengembangkan potensi-potensi SDM di Kabupaten Mimika, khususnya suku Amungme, Kamoro dan 5 suku kekerabatan lainnya, sehingga menjadi tenaga-tenaga ahli yang dapat dipekerjakan di PT. Freeport Indonesia.

“Kita berharap juga Politeknik Amamapare Timika dapat bekerjasama dengan PT. Freeport Indonesia dalam mendidik dan melatih SDM di Kabupaten Mimika untuk menjadi tenaga kerja di PT. Freeport Indonesia. Dimana yang saat ini 20% berubah menjadi 30%, 40% bahkan 50% dari suku Amungme, Kamoro dan 5 suku kekerabatan lainnya yang diakomodir sebagai tenaga kerja dan tenaga ahli di PT. Freeport Indonesia. Agar kita merasa betul-betul bahwa pertambangan PT. Freeport Indonesia dapat memberi manfaat kepada masyarakat di Kabupaten Mimika,” tuturnya. (Jimmy)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Koperasi Pandu Karya Mulia perlu mewujudkan langkah nyata dalam membantu pengembangan potensi potensi di daerah Kabupaten Mimika

    BalasHapus