Puluhan Ketua RT Datangi DPRD Mimika Karena Kecewa Diganti Bupati Tanpa Pemilihan

Bagikan Bagikan
Sejumlah Ketua RT saat mendatangi DPRD Mimika (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Mengejutkan dan merasa tidak terima dengan pergantian jabatan tanpa adanya pemilihan, sejumlah Ketua RT dari 17 kelurahan mengadu ke Komisi A DPRD Mimika.

Ice Folafindu yang merupakan ketua RT di Kelurahan Sempan mengaku kecewa  lantaran dirinya diganti dengan Ketua RT yang baru tanpa ada pemberitahuan atau melalui pemilihan dari warga. 

Menurut dia, pergantian tersebut dilakukan sepihak tanpa melalui mekanisme pemilihan atau pemberitahuan terlebih dahulu, akan tetapi secara tiba-tiba ketua RT yang baru mendapatkan SK dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) kabupaten Mimika.

“Kami tidak tahu alasannya apa? Kami juga tidak tahu, karena tiba-tiba sudah ada mengangkat RT baru itu oleh Lurah atas petunjuk Bupati Mimika. Ada warga yang berkasnya sudah saya tandatangani, tapi dari lurah ditolak, karena katanya saya sudah diganti,” ungkapnya saat mendatangi kantor DPRD, Rabu (4/8/2021).

Dijelaskan bahwa selain dia, di Kelurahan Sempan ada sebanyak delapan ketua RT yang diganti. Dengan demikian, diharapkan agar ada upaya dari Komisi A DPRD, karena menjadi ketua RT seharusnya melalui mekanisme dan mengikuti aturan yang ditetapkan negara.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Marthen Pakage selaku salah satu Ketua RT di Kelurahan Dingo Narama. Marthen juga mengalami hal yang sa dan  kecewan serta  kesal, karena dirinya diganti tanpa melalui pemilihan warga.

Menurut dia, mengetahui dirinya diganti banyak warga kecewa dan berencana akan melakukan aksi pemalangan kantor Lurah Dingo Narama. Di Kelurahan Dingo Narama ada sebanyak 5 ketua RT yang diganti dari 12 RT yang ada.

"Warga saya kecewa dan mereka marah karena pergantian tanpa diketahui oleh warganya. Makanya mereka ancam palang kantor Lurah. Kami minta penjelasan, apa dasarnya sehingga kami diganti,” katanya.

Ketua RT 3 Kelurahan Perintis, Paskalis Farneubun meminta agar DPRD Mimika memperjuangkan aspirasi mereka dan meminta Kadistrik, Lurah untuk menjelaskan alasan pergantian dirinya sebagai ketua RT tanpa melalui proses pemilihan langsung dari warga. Di kelurahan Perintis 10 ketua RT yang diganti dengan orang baru.

“Hanya ketua RT 10 dan RT 11 saja yang tidak diganti, padahal kami ini diangkat jadi Ketua RT karena berdasarkan pilihan warga. Mohon ini pemerintah dapat menjelaskan alasan pergantian kami, dan hak kami untuk mempertanyakan status kami ini,”ujar Paskalis.

Ketua Komisi A DPRD Mimika, Daud Bunga,SH dan salah satu anggota Komisi A lainnya H. Iwan Anwar,SH, MH membenarkan kalau telah menerima aspirasi dari beberapa ketua RT yang mengaku telah diganti oleh ketua RT baru tanpa alasan yang jelas.

“Kami tadi telah menerima aduan dari ketua ketua RT dari 17 Kelurahan, dimana mereka mempertanyakan alasan pergantian mereka secara tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan maupun pemilihan langsung dari warganya. Karena itu, dalam waktu tidak terlalu lama Komisi A akan mengundang untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan beberapa pihak termasuk Kepala Distrik, Lurah maupun Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung untuk menjelaskan apa yang diadukan oleh ketua-ketua RT ini,” ungkap Daud Bunga.

Begitu juga dengan anggota Komisi A lainnya, H. Iwan Anwar,SH,MH mengatakan, untuk mengetahui pokok persoalan dari aduan ketua-ketua RT, akan mengundang dinas teknis dan pihak terkait untuk mendengarkan penjelasan soal mekanisme proses pergantian ketua RT.

“Yah memang terkadang ada aturan baru keluar tanpa diketahui oleh masyarakat, karena itu RDP nantinya kami ingin mendapatkan penjelasan dan mendengarkan langsung dari pihak pemerintah. Karena ini bersifat aduan masyarakat, sehingga perlu kita mendengarkan penjelasan dari pemerintah sehingga kita bisa tahu pokok permasalahannya,” katanya. (Acik)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar