RI sulit Capai "Herd Immunity" Karena Mutasi Varian Delta

Bagikan Bagikan

Tangkapan layar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia, (Foto-Antara)

SAPA (JAKARTA)
- Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia sulit mencapai herd immunity atau kekebalan berkelompok karena COVID-19 telah bermutasi ke varian Delta.

Menurutnya, varian Delta COVID-19 tersebut memiliki angka reproduksi penularan antara 5,0 sampai 8,0 kali, sedangkan tingkat efikasi vaksin rata-rata hanya 60 persen.

"Strategi kami sekarang tidak bicara herd immunity lagi, tetapi mengendalikan (pandemi) ini," ujar Menko Luhut Pandjaitan dalam Rakornas Apindo yang digelar secara daring di Jakarta, Selasa.

Pemerintah menetapkan tiga langkah strategis dalam menurunkan angka reproduksi virus atau penularan COVID-19, yaitu mengurangi proporsi populasi yang rentan terhadap infeksi melalui penerapan 3M dan 3T, mengurangi durasi kontak, dan meningkatkan proporsi populasi yang kebal atau imun melalui vaksinasi.

Menko Luhut menjelaskan angka reproduksi virus kini berada di level 1,2 hingga 1,5 melalui penerapan 3M dan 3T yang dilakukan saat ini. Wabah akan terkendali apabila level reproduksinya berada di bawah angka satu, namun dengan catatan coverage vaksinasi tinggi ditambah dengan penerapan 3M dan 3T yang juga tinggi di masyarakat.

Pemerintah memakai aplikasi Peduli Lindungi untuk memaksimalkan upaya testing, tracing, dan treatment (3T) dalam mengurangi penularan COVID-19 terutama di tempat-tempat publik dan keramaian, seperti pusat perbelanjaan, mal, hingga kawasan pabrik dan industri.

"Anda punya handphone akan menceritakan kalau ada yang tertular atau ketemu siapa saja di sekitar anda, karena dari handphone ke handphone akan main (terhubung)," ujar Menko Luhut.

Pada Maret 2020 angka reproduksi COVID-19 di Indonesia mencapai 2,5 dan menurun menjadi 1,1 pada Maret 2021 melalui penerapan kebijakan PSBB, PPKM, 3M, dan 3T.

Namun Juli 2021 angka reproduksi virus kembali naik ke angka 1,5 karena peningkatan mobilitas masyarakat yang tidak diikuti penguatan kesadaran penerapan 3M dan 3T.

Pemerintah menargetkan melalui penerapan PPKM berbasis level ditambah penguatan 3M dan 3T, serta cakupan vaksinasi 75 persen akan menurunkan angka reproduksi COVID-19 menjadi 0,9 pada Oktober 2021.

"Kami menargetkan Oktober ini bisa lebih terkendali kalau menerapkan aplikasi Peduli Lindungi, vaksinasi jalan, testing dan tracing jalan, serta pakai protokol kesehatan yang ketat," ujar Menko Luhut. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar