SDM dan Fasilitas Minim Penyebab Damkar Mimika Lambat Tangani Musibah Kebakaran

Bagikan Bagikan
Kabid Pemadam Kebakaran BPBD Mimika, Yohanis Kum (Foto:SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) - Kepala bidang pemadam kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika, Yohanis Kum mengatakan ada banyak faktor yang mempengaruhi lambatnya penanganan musibah kebakaran.

Yohanis saat ditemui di Kantor Damkar jalan Yossudarso Timika, Jumat (27/8/2021), menyebutkan sumber daya manusia (SDM), armada dan fasilitas yang dimiliki saat ini sangat minim.

"SDM yang kita miliki sekarang berjumlah 38 orang, tapi ini masih sangat kurang apalagi rencana akan dibangun pos Damkar di beberapa titik seperti di Mapurujaya, Kwamki Narama dan Sp12," ujarnya.

Pembangunan pos pemadam kebakaran tambahan di beberapa tempat tersebut untuk merespon kejadian atau musibah kebakaran lebih cepat, namun sayang hal tersebut belum juga diakomodir Pemkab Mimika.

Dikatakan, jumlah personel sebanyak 38 itu tidak semua bekerja aktif karena minimnya pakaian pelindung api.

"Belum lagi osw selang pemadam yang kita miliki ini bukan yang original, makanya satu, dua kali pakai langsung rusak, padahal kita sudah minta pengadaan osw selang pemadam yang original (Asli) dan yang didatangkan itu tidak ori," terangnya.

Armada yang dimiliki Damkar saat ini berjumlah 6 unit, Dia pun menilai jumlah tersebut masih kurang.

"Kita juga ada minta pengadaan mobil Damkar Kebakaran Tangga (Turntable Tender), jujur selama ini kita kesulitan untuk memadamkan api di ketinggian, kalau mau mengharapkan semprotan dari bawah itu sangat susah," katanya.

Tidak hanya itu, ternyata personel Damkar tidak pernah mengikuti pelatihan. Dia sebut tidak pernah ada anggaran yang dialokasikan untuk pelatihan personel.

"Kita tidak pernah ada pelatihan, makanya junior-junior mereka tidak begitu paham cara-caranya, yang paham hanya mereka yang senior. Belum lagi alat komunikasi (Radio) juga tidak punya, kalau ada kejadian kita hanya saling kode dengan gestur saja, kita malu padahal Kabupaten Mimika ini punya anggaran yang begitu besar," ujarnya kepada wartawan.

Di sisi lain, Dia menambahkan, ketika terjadi kebakaran, masyarakat dapat menghubungi pihak Damkar melalui nomor telepon 0901-3273-643. Armada dan personel Damkar selalu standby 24 jam untuk menerima laporan masyarakat. Dikatakan, petugas Damkar selalu lambat tiba di lokasi kebakaran dikarenakan laporan masyarakat yang lambat.

Dia juga menyayangkan kebiasaan masyarakat ketika melihat armada Damkar melaju dengan membunyikan sirene darurat tetap masyarakat tidak memberikan ruang kepada petugas untuk lewat.

Untuk diketahui, terhitung sejak Januari-Agustus 2021, Damkar telah menangani 52 musibah kebakaran. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar