Tidak Ada Tanda Kekerasan Pada Jenazah Simon yang Ditemukan Tewas di Sungai Wania

Bagikan Bagikan
Jenazah Simon saat dievakuasi (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) – Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto mengaku hasil visum menunjukan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada jenazah Simon Felix Kapirapu (18) yang ditemukan mengapung di Sungai Wania Mapurujaya sekitar pukul 11.30 WIT tanggal 22 Agustus 2021.

“Hasil visumnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Jenazah membengkak karena memang sudah lama di dalam sungai. Pokoknya tidak ada memar-memar ataupun kekerasan lainnya,” ungkap AKP Hermanto, Senin (23/8/2021).

Sebelum ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di sungai Wania, di tanggal 20 Agustus Simon diduga ikut melempar mobil Suzuki APV yang dikemudikan IM dari arah Timika ke Poumako sekitar pukul 15.00 WIT. Simon bersama beberapa temannya melempar mobil tersebut diduga dalam keadaan mabuk.

Semenjak Simon hilang, keluarga melakukan pemalangan jalan tepatnya di depan rumah Kepala Kampung Kaugapu dan menuding bahwa Simon menghilang lantaran dikejar pengemudi mobil Suzuki APV yang diduga dilempari Simon dan temannya.

Sementara IM yang telah mendatangi Polres Mimika untuk memberikan keterangan terkait peristiwa itu mengaku, pada saat kejadian ia bersama dua temannya menuju Poumako untuk memancing.

Mobil tidak melaju dengan kencang, tetapi ketika melintas di TKP dilempari. Mengetahui mobilnya dilempar, IM mundurkan mobilnya hingga ke arah sejumlah remaja terkait hingga akhirnya sejumlah remaja itu pun kabur.

IM bersama dua rekannya  sempat keluar dari mobil dan mendatangi  para remaja di sekitar pemukiman, tetapi tidak mendapati para remaja dimaksud. IM bersama dua rekannya tidak berniat mengejar hingga mendapatkan para pelaku, namun hanya ingin memberitahu kepada orang tua di pemukiman agar menegur anak-anak itu.

“Dia tidak mengejar para pelaku. Dia hanya menemui orang tua di pemukiman sekitar situ. Yang diduga sebagai orang tua pelaku pelemparan mobil juga sempat minta maaf ke dia kog, karena anak-anak itu lempar mobilnya. Setelah itu pengemudi dan dua rekannya melanjutkan perjalanan untuk memancing ke Poumako,” tuturnya.

Demikian juga keterangan dari dua rekan IM. Mereka juga mengaku bahwa tidak melihat Simon lari ke arah sungai, tetapi yang mereka tahu para remaja yang diperkirakan delapan orang itu lari terpencar.

“IM dan dua rekannya itu tidak melihat anak-anak itu larinya ke arah mana saja, karena semuanya terpencar saat melihat mobil mereka atret. Pokoknya tidak ada saksi lainnya juga yang melihat Simon lari ke arah sungai,” ujarnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar