Tim Vaksinator Polres Mimika Langsung Datangi Pelaku Usaha

Bagikan Bagikan
Tim vaksinator Polres Mimika (atas) dan karyawan rumah makan di Mimika yang divaksin (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) – Guna mempercepat pencapaian vaksinasi menjelang pelaksanaan PON, tim vaskinator dari Polres Mimika mulai melaksanakan vaksin mobile dan mendatangi langsung pelaku usaha.

Setelah seminggu melakukan sosialisasi, di hari pertama, Selasa (31/8/2021), kurang lebih 366 pelaku usaha yang divaksin. Dimana, dari data awal sebanyak 635 pelaku usaha, tetapi usai disosialisasi 128 di antaranya melakukan vaksin sendiri ke gerai.

Kemudian tim menyebarkan lagi blanko dan yang nyatakan siap divaksin sebanyak 366 orang. 141 di antaranya mengaku belum siap lantaran takut suntik, maag, sesak bagian dada, darah tinggi dan asam urat.

“Vaksin mobile ini sesuai perintah Kapolri dan arahan Kapolres, karena untuk mempercepat vaksinasi sebelum PON. Kalau berdasarkan perintah Presiden untuk vaksin harus sudah capai 70 % capian warga yang telah divaksin. Tapi dari Kapolri menginginkan agar harus capai 100 %. Untuk itu, dengan inovasinya, Kapolres Mimika mengadakan gerai vaksin mobile. Jadi pelaku usaha tidak lagi datang ke gerai, tapi langsung didatangi tim door to door. Ini sistemnya jemput bola,” ungkap Kepala Seksi Dokes Polres Mimika, dr. Audio Titalesy di jalan Budi Utomo, Selasa (31/8/2021).

Menurut dia, usai vaksin ratusan pelaku usaha di jalan Budi Utomo, hari selanjutnya akan mendatangi pelaku usaha di jalan Cendrawasih. Vaksin masih menggunakan jenis sinovac. Sertifikat vaksin secepatnya diterbitkan dan beberapa hari ke depan tim akan membagikan kepada setiap pelaku usaha yang telah divaksin.

“Rata-rata pelaku usaha yang divaksin ini baru tahap pertama. Sertifikat vaksin nanti akan segera diterbitkan. Kami fokus selesaikan vaksin dan selanjutnya keluarkan sertifikat,” ujarnya.

Karyono yang merupakan salah satu pelaku usaha di jalan Budi Utomo mengaku senang telah divaksin dan didatangi langsung tim Polres. Sebelumnya, ia sempat ke beberapa gerai yang ada, tetapi lantaran mengantri lama dan harus menjaga tempat usahanya, ia pun batal vaksin. Menurut dia, demi kesehatan harus divaksin tanpa ada paksaan dari siapapun.

“Yah ini kan aturan dan kita harus mendukung upaya pemerintah dalam menekan penyebaran covid-19. Saya mau divaksin tanpa paksaan,” tuturnya yang juga mengaku keram usai divaksin.

Demikian juga dengan tiga karyawan salah satu rumah makan. Saroni, mewakili dua rekannya mengaku vaksin merupakan aturan negara sekaligus keinginan untuk tetap sehat dan bebas dari covid-19.

“Bukan karena paksaan. Kita juga mau sehat sekaligus mendukung upaya pemerintah,” ungkapnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar