Wabup Jayawijaya Minta Polisi Telusuri Penggelapan 4 Ton Bansos

Bagikan Bagikan

Wakil Bupati Jayawijaya saat bertemu demontran di Wamena. (Foto-Antara)

SAPA (WAMENA)
- Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua minta kepolisian mendalami dugaan penggelapan empat dari enam ton beras bantuan sosial (bansos) yang diperuntukkan kepada masyarakat kurang mampu di tujuh kampung di Distrik Wouma.

Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi di Wamena, Rabu, juga meminta demonstran yang hadir di Kantor Bupati pada hari ini melaporkan hal tersebut secara tertulis kepada kepolisian.

"Saya minta kepolisian, kalau bisa kasus ini ditelusuri. Orang-orangnya ditelusuri. Ini menjadi pintu masuk untuk distrik-distrik lain," kata Wabup di hadapan demonstran.

Sekitar 300 lebih demonstran mendatangi Kantor Bupati Jayawijaya sejak pagi hari untuk mempertanyakan bansos karena sebelumnya sebanyak 1.603 menerima namun jumlah itu berkurang hingga menjadi 285 orang saja.

Pada demonstrasi sebelumnya yang dilakukan oleh warga Wouma di Kantor Posindo Wamena, pejabat dinas sosial menyampaikan bahwa beras bansos untuk Wouma hanyalah 2,5 ton.

Namun pada demonstrasi kedua yang berlangsung di Kantor Bupati Jayawijaya dan dihadiri wakil bupati pada Rabu, pejabat dinas sosial menyampaikan lagi bahwa bansos beras untuk Wouma adalah 6 ton.

Kepada demonstran dan wakil bupati, pejabat dinas sosial itu menyampaikan bahwa beras bansos diambil atau dikeluarkan dari Bulog oleh Kepala Distrik Wouma. Kepala Distrik Wouma yang berada di lokasi langsung membantah.

Menurut kepala distrik, beras itu diantar oleh perwakilan dinas sosial ke Wouma dan dititipkan di rumahnya karena sudah malam dan belum ada kantor distrik di sana.

"Setelah ditelusuri ke Bulog, yang tandatangan untuk beras keluar di Bulog itu adalah PKH kabupaten dan distrik. Akhinya jadi jelas sekarang siapa yang tanda tangan untuk keluarkan beras," katanya.

Berdasarkan pantauan, sekitar 300 lebih warga ini melakukan demonstrasi secara aman namun hampir 99 persen tidak menggunakan masker.

Kepala Distrik Wouma Sony Matuan undurkan diri setelah didesak warga

Kepala Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Sony Matuan mengundurkan diri dari jabatan setelah terus didesak oleh warga karena dinilai kinerjanya kurang maksimal.

"Masyarakat sudah dengar, bukan saya dan bupati yang menyuruh mundur. Beliau menyatakan diri untuk mundur dari jabatan Kepala Distrik Wouma," kata Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi kepada masyarakat Wouma.

Warga Distrik Wouma minta kepala distrik tersebut diganti karena mereka menduga kepala distrik terlibat dengan berbagai pihak dan mengambil keuntungan dari bantuan sosial.

"Kami akan siap untuk proses lebih lanjut (pengunduran diri) sesuai dengan aturan kepegawaian yang berlaku secara nasional karena kita tetap ada dalam aturan," kata Wakil Bupati Marthin.

Desakan pergantian kepala distrik sudah disampaikan oleh warga sejak mereka melakukan demonstrasi bantuan sosial ke Posindo Wamena pada 12 Agustus 2021.

Salah satu persoalan yang menjadi pemicu warga minta kepala distrik diganti adalah terkait bantuan sosial. Selain itu mereka menilai kinerja kepala distrik di sana kurang memuaskan. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar