Warga Keluhkan Pelebaran Jalan Cenderawasih SP2 Timika yang Sebagian Sisi Tidak Diaspal

Bagikan Bagikan
Kondisi Jalan Cenderawasih SP2 yang sebagian sisi dibiarkan tidak diaspal (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Warga mengeluhkan kondisi Jalan Cenderawasih di SP2 Timika yang dilebarkan namun sebagian sisi jalan dibiarkan tidak diaspal sehingga tidak nyaman saat melewati jalan itu karena banyak partikel debu yang beterbangan.

“Jalan itu sudah sempat diratakan dipadatkan, terus dibiarin atau tidak diaspal jadi jalan bolong-bolong lagi dan debu naik ke mana-mana,” ungkap PJM, seorang warga yang berdomisili di SP3 yang meminta namanya diinisialkan kepada Salam Papua di Timika, Rabu (4/8/2021).

Ia menyebutkan kondisi jalan seperti itu sangat merugikan pengendara sepeda motor dan warga yang ada di sekitar jalan itu karena harus menghirup partikel debu yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

“Partikel debu itu kecil sekali terhirup oleh masyarakat tidak baik. Dapat menyebabkan (penyakit) Kanker karena debu yang dihirup masuk ke paru-paru tidak bisa dikeluarkan dengan cara menghembuskan nafas saja,” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi kepada Salam Papua menjelaskan sebagian sisi Jalan Cenderawasih di SP2 itu belum diaspal karena Pemkab Mimika belum bisa membayar ganti rugi tanah milik warga yang terkena pelebaran jalan.

“Karena ada tiga rumah di situ yang sebagian halamannya terkena pelebaran jalan, mereka punya sertifikat masih digadai di bank, sehingga tidak bisa di bayar ganti rugi,” kata Yoga.

Menurutnya, Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Mimika mau membayar ganti rugi tanah tersebut namun tidak bisa, karena persyaratan dari tim appraisal pemilik tanah harus mempunyai dokumen yang lengkap.

Sementara pemilik tanah juga tidak mau tanahnya yang terkena dampak pelebaran diaspal jika belum dibayar ganti rugi. 

“Pelepasan tanahnya belum beres jadi kita tidak bisa kerja pemasangan box culvert sama pengaspalan jalan yang panjangnya itu sekitar 15 meter dan lebarnya sekitar 4 meter karena warga yang punya halaman rumah mau dibayar ganti rugi dulu,” terang mantan Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika ini. 

Ia menambahkan Jalan Cenderawasih memiliki lebar 16 meter belum termasuk median jalan.

“Jadi sisi kiri 8 meter dan sisi kanan 8 meter itu belum termasuk median jalan,” pungkasnya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar