Translate

134 Atlet Panjat Tebing dari 27 Provinsi akan Berlaga di Timika, Peraih Juara Dunia Ikut Berkompetisi di PON Papua

Bagikan Bagikan

Sapto Hardiono. (Foto-SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA)
- Sebanyak 134 atlet panjat tebing dari 27 Provinsi akan berlaga di Timika pada 27 September sampai 8 Oktober 2021 dalam event PON XX Papua. 

27 Provinsi tersebut yakni, Provinsi  Aceh,  Sumatera Utara, Riau,  Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Bangka Belitung,  Bengkulu,  Banten,  DKI Jakarta, Jawa Barat,  Jawa Tengah, Yogyakarta,  Jawa Timur, Bali,  Nusa Tenggara Barat,  Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan,   Kalimantan Utara,  Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Maluku, Sulawesi Utara dan Provinsi Papua. 

Dari 134 atlet ini diantaranya merupakan peraih juara dunia seperti  Veddriq Leonardo yang mewakili Provinsi Kalimantan  Barat  yang belum lama ini memenangi kejuaraan panjat tebing dunia IFSC Climbing World Cup 2021 di Amerika Serikat. 

Atlet panjat tebing juara dunia berikutnya Aries Susanti Rahayu dari Provinsi Jawa Tengah, peraih medali emas  Asian Games 2018. 

Selain itu juga Rahmat Adi perwakilan dari Jawa Timur merupakan atlet Pelatnas yang selain menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 Papua, kini alumnus SMA 17 Agustus 1945 Surabaya itu sedang bersiap untuk Asian Games 2022 di China serta Olimpiade 2024 di Paris, Prancis. 

Technical Delegate (TD) Cabor Panjat Tebing PON XX Papua, Sapto Hardiono mengatakan meskipun menjadi juara dunia belum tentu atlet-atlet tersebut bisa menjadi juara pada PON XX Papua ini. 

“Juara dunia belum tentu juara di sini banyak faktor yang mempengaruhi seperti faktor psikologi, faktor fisik jadi semuanya bisa terjadi,” kata dia. 

134 atlet dari 27 Provinsi akan memperbutkan 16 medali emas dari 16 nomor lomba yaitu, Nomor lomba panjat tebing speed record individu Putra, boulder individu Putra, lead individu Putra, combined individu Putra, boulder beregu putra, speed record beregu putra dan lead beregu putra. Kemudian  speed record individu Putri, boulder individu Putri, lead individu putri, combined individu putri, boulder beregu putri, speed record beregu putri, lead beregu putri, speed classic campuran dan lead campuran. 

Dia mengatakan dari sisi kesiapan memang banyak keterbatasan tapi pihaknya optimis dengan kolaborasi antar pengurus  PB PON Provinsi Papua dan Sub PB PON Klaster Mimika, dan TD  diyakini bahwa Cabor panjat tebing bisa melaksanakan dengan kualitas pertandingan yang baik

“Dengan melihat persiapan sampai sekarang kita sangat optimis teman-teman di sini juga optimis kita juga  bisa meyakinkan Sub PB PON Mimika bahwa kita siap,” ujarnya. 

Ia mengatakan terkait prakondisi semua daerah ingin menyesuaikan diri tapi kembali lagi kesiapan kontingen masing-masing terutama masalah ‘budgeting’. 

“Karena jauh dan mereka tidak bisa mengcover semua atlet  sehingga belum ada yang masuk ke Timika sampai hari ini, sebenarnya mereka ingin masuk,” sebutnya. 

Selain itu juga keterbatasan ‘climbing wall’, tidak ada wall lain selain untuk latihan  di venue. 

Justru kendala bagi kontingen dari luar Papua ini menjadi keuntungan tuan rumah. 

“Di Papua cukup menguntungkan tuan rumah dan itu kita bersyukur sebenarnya,” pungkasnya. (Yosefina)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar