Translate

90 Atlet Terjun Payung dari 12 Provinsi akan Rebut 6 Medali Emas di Timika

Bagikan Bagikan

Effendi Soen. (Foto-SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA)
- Sebanyak 90 atlet terjun payung akan berlaga pada  perhelatan PON XX Papua di Timika mulai  3 Oktober sampai 14 Oktober 2021, dan akan memperebutkan 6 medali emas. 

Atlet-atlet tersebut dari 12 Provinsi yakni Provinsi Aceh, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan  Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Papua Barat, dan Provinsi Papua sebagai tuan rumah. 

90 atlet itu akan mengikuti 6 nomor lomba yakni ketepatan mendarat beregu putra, putri dan ketepatan mendarat perorangan putra, putri, kerja sama di udara dan kerja sama antar parasut.

Atlet dari Aceh hanya satu orang yang mengikuti nomor lomba ketepatan mendarat perorangan putra, dari Lampung tiga orang mengikuti nomor lomba kerja sama antar parasut. 

Dari  Banten ada 8 atlet yang mengikuti dua nomor lomba yaitu 3 atlet ikut nomor lomba  ketepatan mendarat beregu putri dan 5 atlet ikut nomor kerja sama di udara. 

Sementara dari Provinsi DKI Jakarta empat orang mengikuti nomor lomba ketepatan mendarat beregu putra, 5 atlet kerja sama diudara dan 3 atlet kerja sama antar parasut  sehingga totalnya 12 atlet. 

Kemudian dari Jawa Barat mengikuti nomor lomba ketepatan mendarat beregu putra 4 atlet, putri 3 atlet jadi totalnya 7 atlet. 

Dari Provinsi Jawa Tengah 4 atlet mengikuti nomor ketepatan mendarat beregu putra. 

Dari Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 7 atlet mengikuti dua nomor lomba yakni ketepatan mendarat beregu putra 4 atlet dan ketepatan mendarat  beregu putri 3 atlet. 

Provinsi Kalimantan Barat mengutus 4 atlet mengikuti nomor ketepatan mendarat beregu putra.

Selanjutnya Provinsi Kalimantan Timur mengutus 11 atlet mengikuti 3 nomor lomba yakni  ketepatan mendarat beregu putri 3 atlet, kerja sama di udara 5 atlet dan kerja sama antar parasut 3 atlet. 

Berikut dari Sulawesi Utara ada 3 atlet yang mengikuti nomor lomba ketepatan mendarat beregu putri. 

Dari Papua Barat mengutus 15 atlet terdiri dari 4 atlet mengikuti nomor lomba ketepatan mendarat beregu putra dan 3 atlet mengikuti  ketepatan mendarat beregu putri, selanjutnya 5 atlet mengikuti nomor kerja sama di udara dan 3 atlet mengikuti nomor kerja sama antar parasut. 

Terakhir tuan rumah Provinsi Papua mengutus 15 atlet terdiri dari 4 atlet mengikuti nomor lomba ketepatan mendarat beregu putra, 3 atlet nomor ketepatan mendarat beregu putri, 3 atlet mengikuti nomor lomba kerja sama di udara dan 3 atlet kerja sama antar parasut. 

Tecnival Delegate (TD) terjun payung, Effendi Soen saat ditemui wartawan di Hotel Horison Diana, Jumat (17/9/2021) menjelaskan untuk nomor ketepatan mendarat beregu  dengan ketinggia putra 3500  kaki dari permukaan tanah, ketapatan mendarat perorangan putra 2500 kaki dari permukaan tanah, ketepatan mendarat beregu putra 3500 kaki dari permukaan tanah, ketepatan mendarat perorangan putri 2500 kaki dari permukaan tanah, kerjasama di udara 4 penerjun 9000 kaki dari permukaan tanah dan kerjasama antar parasut 2 penerjun 7000 kaki dari permukaan tanah. 

“Kerjasama antar parasut ada  tiga orang saat terjun langsung buka payung yang dua orang bikin formasi sampai 35 detik baru turun  payung paling cepat itu yang bagus.  Untuk nomor kerjasama di udara atlet pegangan di udara bikin formasi 35 detik buka payung lalu mendarat tapi semuanya pakai camera, begitu mendarat  kameranya dikasih ke wasit di situ wasit menilai selama 35 detik itu mana formasi yang  betul sesuai dengan aturan internasional, poinnya disitu,” terang Effendi. 

 Ia menjelaskan atlet terjun payung ini merupakan gabungan dari militer dan sipil. 

“Jadi ada TNI Angkatan Udara,  Angkatan Laut,  Angkatan Darat, polisi, dan yang sekarang komplit unsur, cuma mereka mewakili provinsi-provinsi masing-masing,” terangnya. 

Ia menjelaskan dalam olah raga terjun payung ini ada unsur  alat, pengaturan, ketersediaan slot penerbangan dan cuaca 

Untuk unsur alat agar bisa mencapai optimal dibutuhkan  pesawat fixed wing dan rotary wing yang berangkat dari Bandara Internasional Mozes Kilangin Timika. “Yang bawa pesawat ini TNI Angkatan Udara karena alutistanya milik TNI Angkatan Udara,” ujar Effendi. 

Ia mengatakan dua pesawat yang dibutuhkan itu sudah ada yakni pesawat CN-235 dari Lanud Manuhua Biak dan Pesawat Caracal. 

Pihaknya juga membutuhkan helikopter agar penerjun tidak bolak balik dan ada juga ada yang tinggal di venue. 

Dengan adanya helikopter juga  bisa cepat  memantau cuaca. 

“Keberadaan dua jenis pesawat dan helikopter itu sangat membantu mempercepat penerjunan juga menyiasati kalau cuaca  buruk,” katanya. 

Untuk unsur pengaturan, lanjut Effendi  tergantung dari kesediaan dan ketersediaan slot. 

Sehingga pihaknya sudah bekerjasama dengan penyedia jasa navigasi penerbangan bertaraf internasional,  AirNav Indonesia yang mengatur lalu lintas udara. 

“Kami sangat dibantu sehingga kami sudah dikasih lokasi 10 kilometer garis tengah di daerah sini, pesawat manapun mau   internasional  sekalipun kalau masuk ke situ dia warning tidak boleh masuk  jadi sudah diatur lalu lintas udaranya,” kata dia. 

Sementara untuk unsur cuaca pihaknya merasa sangat dibantu oleh BMKG Timika yang selalu mengupdate prakiraan cuaca. “Jadi terjunnya tidak harus pada jam-jam tertentu kita sesuaikan dengan kondisi cuaca.   Untuk cuaca kita monitor terus kita akan pasang kamera di venue. Atlet nunggunya di terminal Bandara yang lama  dipantau terus perkembangan cuaca di sana, kalau aman tinggal terbang jam berapa saja kita sesuaikan dengan cuaca,” ujarnya. 

Ia menambahkan venue terjun payung di Timika dengan panjang area Utara Selatan 270 meter dan panjang area Barat Timur  300 meter ini merupakn venue terbaik selama PON.  

“Tapi masih harus dirapikan batu-batu kecilnya ditutup lagi pakai pasir. Kalau masih ada batu-batu kecil nanti atletnya bisa cedera,” kata Effendi. 

Di venue ini juga disediakan tribun untuk are penonton seluas 75x270 meter. 

“Kapasitas penonton 300 orang, disediakan juga tower buat media supaya bisa mengambil angel foto yang lebih bagus,” pungkasnya. (Yosefina)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar