Ada Kaveling Sekitar Venue Disewakan Untuk Stand Jualan, di Luar Kepanitiaan Sub PB PON XX Mimika

Bagikan Bagikan

Alat berat sedang meratakan lahan depan GOR MSC Timika yang rencananya dijadikan pasar selama PON XX oleh sekolompok orang yang mengklaim sebagai panitia pasar PON (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Ricardus Dappa Wunga, seorang warga yang mengklaim sebagai Ketua Panitia Pasar PON XX di Timika menyewakan kaveling di dekat GOR Mimika Sport Center (MSC) dan Venue Panjat Tebing untuk stand jualan.

Awalnya wartawan Salam Papua mengetahui informasi ini dari pesan Whats App (WA) yang beredar Sabtu (4/9/2021) yang menyatakan bahwa Panitia Pasar PON menyediakan lokasi untuk stand jualan.

Dalam pesan WA itu dijelaskan bahwa ada 4 lokasi yakni 2 lokasi di depan pintu masuk GOR, tepat di tikungan masuk Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) dan dua lokasi di sekitar Wisma Atlet dan Venue panjat tebing.

Dijelaskan juga bahwa untuk setiap orang yang menyewa tenda disediakan fasilitas air bersih, toilet umum, parkiran, kendaraan angkut sampah dan parkiran.

Penyewa juga diminta menyediakan sendiri tenda warna biru untuk pasar kuliner dan tenda warna merah untuk pasar asesoris.

Ukuran tenda harus sesuai ukuran lokasi, atau bisa menggunakan tenda payung, bahkan dari pihak yang mengklaim sebagai panitia pasar PON in juga menyediakan tenda payung.

Setiap orang yang menyawa stand jualan nanti diwajibkan menjaga kebersihan saat event berlangsung, menyiapkan tempat sampah karena akan diperiksa oleh Dinas Kesehatan.

Semua penyewa wajib taat Prokes dan sebaiknya sudah memiliki surat Vaksin.

Dalam pesan WA juga disertakan nomor orang yang bisa dihubungi untuk menyewa stand.

Wartawan Salam Papua kemudian menghubungi nomor WA yang tertera dalam pesan WA itu dan ia menjelaskan bahwa lahan yang dimaksud disewakan untuk stand jualan merupakan ide dari pihak Yayasan Peduli Aids (Yapeda) Timika dan ia ditunjuk sebagai koordinator.

Sehingga ia membentuk kepanitiaan Pasar PON  XX di luar dari panitia Sub PB POB Cluster Mimika.

“Saya ditunjuk Yapeda untuk koordinir hal ini. Kami bekerja sama dengan pihak ketiga. Saya juga di sini sebagai Ketua Panitia Pasar PON ini di luar dari pemerintah, di luar dari panitia Sub PB PON Cluster Timika,” katanya via telepon seluler, Sabtu(4/9/2021).

Sesuai video dan foto yang dikirim ke Salam Papua, lokasi yang akan dijadikan pasar PON ini yakni di depan GOR MSC dan dekat venue panjat tebing, tepatnya di samping wisma atlet.

“Jadi lahan itu depan GOR langsung dan dekat venue panjat tebing persisnya di samping wisma atlet. Lokasi kami, jadi kami bersihkan untuk lokasi pasar supaya jangan sampai pedagang-pedagang liar merusak situasi saat PON nanti,” ujar Ricardus.

Ia mengatakan, sebagai ketua panitia pasar PON ia akan mengarahkan semua pedagang untuk berjualan di lokasi-lokasi tersebut.

“Jadi kami yang ketua untuk pedagang-pedagang ini kami akan arahkan semua di situ. Kepanitiaan kami ini di luar Sub PB PON Cluster Timika, kami panitia pribadi, kami berinisiatif untuk membantu. Kami bergerak dari luar pemerintah untuk membantu situasi supaya bisa tertib,” ujarnya. 

Ia mengatakan, kebetulan pihaknya memilki lahan depan GOR MSC yang situasinya kotor dan rawa-rawa sehingga pihaknya berinisiatif untuk membersihkan dan dikelola dengan baik.

“Posisinya rawa kotor sekali lumpur di situ sehingga kami berinisiatif kemarin. Kami juga berharap dari panitia Sub PB PON Cluster Timika bisa support kami, mungkin bantu timbunan karena kami sudah keluar biaya cukup banyak dan sudah tidak mampu lagi. Kita juga mau minta bantuan alat berat,” ujarnya. 

Sementara itu Ketua Harian Sub PB PON XX Cluster Timika, Marthen Paiding ketika dihubungi Salam Papua via WhatsApp mengatakan panitia dari Sub PB PON XX Cluster Timika tidak membuka stand jualan.

“Terkait dengan hal ini di kepanitian PON tdk ada, ini inisiatif perorangan atau kelompok tapi jangan membawa2 nama panitia PON, bisa kami laporkan ke pihak terkait kalau membawa2 nama panitia, harap diklarifikasi,” tulis Marthen.

Ia juga menegaskan bahwa panitia PON XX dibentuk dan ditetapkan pemerintah bukan oleh inisiatif pribadi.

“Panitia PON XX itu dibentuk dan ditetapkan oleh pemerintah bukan bikin2 sendiri, tadi saya sudah telepon tidak boleh pakai nama panitia PON klaster Mimika, jangan sampai menciderai panitia PON yang resmi,” tegasnya.

Sementara itu Sekretaris Umum Sub PB PON XX Mimika, Cesar Avianto Tunya saat dihubungi Salam Papua via telepon seluler mengatakan, kalau di luar pagar hal itu tidak menjadi masalah karena lahan yang akan disewakan itu di luar venue.

“Kalau di luar venue terserah, dia mau bikin parkiran mau jualan terserah, lahannya dia kita tidak atur, kita hanya atur yang di dalam venue,” ujar Cesar. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar