pon xx papua
info grafis pesparawi xiii se tanah papua

Anak-anak YGAB di Tsinga Tidak Kalah Bersaing Dengan Anak Sekolah di Kota Timika

Bagikan Bagikan
Emanuel Jhon Magal (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Anak-anak lulusan dari SD asuhan Yayasan Generasi Amungme Bangkit (YGAB) di Tsinga tidak kalah bersaing dengan anak-anak lainnya yang sekolah di wilayah kota Timika.

Ketua YGAB Mimika, Emanuel Jhon Magal mengatakan, saat ini sebagian dari puluhan anak-anak YGAB telah sekolah di tingkat SMP di Timika dan bisa berkompetisi bersama anak-anak suku lainnya yang ada di wilayah kota. 

Dalam hal ini, untuk nilai akademik bisa imbang bahkan ada yang meraih ranking untuk dua semester. Beberapa yang lainnya masuk dalam daftar lima hingga 15 besar.

“Itu dibuktikan dengan nilai semester 1 dan 2 waktu kelas VII. Sekarang mereka sudah di kelas VIII dan saya yakin mereka bisa berikan yang terbaik, karena waktu kelas VII saja mereka menunjukkan peningkatan yang signifikan,” kata Emanuel, Minggu (26/9/2021).

Terlepas dari nilai akademik, menurut dia, yang juga tidak kalah penting adalah terkait nilai sikap. Sebab, selain untuk kemampuan membaca, menulis dan menghitung (Calistung), YGAB juga fokus untuk membangun karakter yang baik bagi anak-anak.

“Karakter mereka itu yang paling penting juga, sehingga itu juga yang kami fokus. Memang kalau dilihat, banyak anak-anak di kampung yang sulit Calistung dan itulah yang menjadi keterbatasan mereka saat harus masuk sekolah di kota. Tapi untuk anak-anak yang kita tangani berbeda, karena mereka bisa berkompetisi. Guru-guru mereka di SMP juga sudah sampaikan pujian-pujian bahwa anak-anak dari Yayasan ini lebih tertib dan nilainya juga bersaing dengan anak-anak dari yang tamatan di kota,” tuturnya.

Yayasan ini hadir di Timika di tahun 2015 dan dimulai dengan kegiatan yang dipercayakan YPMAK. Sejak saat itu pengurus Yayasan sangat solid dalam membina dan mendidik anak-anak di Tsinga, sehingga sampai saat ini telah ada dua angkatan yang sudah disekolahkan di SMP di kota Timika.

Dijelaskan bahwa membina anak-anak khususnya di kampung harus fokus sejak SD agar mereka pun tidak main-main. Dengan demikian, ketika telah masuk ke jenjang berikutnya mereka bisa pulang dengan membawa bekal terbaik.

YGAB memiliki visi yang salah satunya adalah semua anak-anak harus mempunyai kemampuan berkompetisi dengan masyarakat global. Sebab, ketika anak-anak mulai bekerja bukan hanya pada bidang tertentu, tetapi mereka bisa berkompetisi secara global. 

Demikian juga untuk tempat kerjanya bukan hanya di Timika ataupun di Papua saja, tapi bisa ditempatkan di luar Papua seperti di Jakarta dan yang lainnya.

“Memang kita tidak mengharapkan untuk menjadi yang terhebat, tapi bagaimana mereka bisa menjadi orang-orang yang punya kualifikasi untuk langsung kerja dalam memberikan sumbangsih kepada pemerintah, masyarakat dan keluarga,” ujarnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar