Attitude Jadi Persoalan Dasar Perusahaan, PTFI Gelar Pelatihan Life Skills Untuk Guru-Guru SMK Wilayah Meepago B

Bagikan Bagikan

Foto bersama penyelenggara kegiatan, pemateri dan peserta saat pembukaan kegiatan pelatihan life skills di Kampus Politeknik Amamapare Timika (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Persoalan dasar yang dihadapi PT. Freeport Indonesia (PTFI) adalah attitude atau sikap dan prilaku karyawan dalam bekerja, untuk itu agar generasi-generasi di Mimika memiliki attitude yang baik dalam bekerja, PTFI menggelar pelatihan life skills bagi guru-guru dari 11 SMK d Timika dan 1 SMK dari Puncak yang masuk dalam wilayah Meepago B.

Yang mana setiap sekolah mengutus dua orang guru untuk mengikuti pelatihan yang digelar selama dua hari, Rabu (1/9/2021) dan Kamis (2/9/2021) di Kampus Politeknik Amamapare.

Pemateri dari kegiatan tersebut adalah Technical Adviser Nemangkawi Mining Institut (NMI) PTFI, Bryce Barnes.

Senior Officer Papuan Relations Papuan Affairs Division (PAD) PTFI, Carolus Wamafma dalam sambutannnya berharap peserta bisa mengikuti kegiatan ini dengan maksimal dan hasil dari kegiatan ini bisa diterapkan dalam proses belajar mengajar di sekolahnya masing-masing.

“Harapan kami semua peserta serius mengikuti kegiatan ini dan nantinya diterapkan dalam proses belajar mengajar di sekolah masing-masing,” ujarnya. 

Ia mengatakan, PTFI menganggap kegiatan pelatihan life skills ini penting karena ingin mendekatkan budaya industri di kehidupan nyata.

“Karena terus terang hari ini pergumulan kita yang berat salah satu dalam ‘memanage’ pekerjaan kita adalah satu kata kunci saja yang namanya attitude,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, di perusahaan jika berbicara kompetensi, keahlian semua bisa dikembangkan dengan kecanggihan teknologi dan sistem yang dimiliki perusahaan.

Cuma tantangan yang paling terberat adalah attitude. Untuk itu perlu pelatihan life skills untuk SMK-SMK di Timika yang mendidik banyak generasi asli Papua.

Apalagi tiap tahun PTFI punya komitmen untuk mempekerjakan tenaga kerja lokal termasuk dari sekolah-sekolah kejuruan di Timika diprioritaskan bisa mengisi angka kebutuhan tenaga kerja.

“Tapi bagian attitude ini yang paling fundamental sehingga perusahaan merasa perlu mendekatkan ke Bapak dan Ibu guru di sekolah, di institusi pendidikan agar produk-produk kita, tamatan-tamatan kita ke depan mereka menjadi prioritas mendapat kesempatan diterima lebih awal lebih besar daripada wilayah lain di luar Papua.  Dan mereka sudah memiliki soft skills sebagai basic life skills yang bagus sehingga mereka punya peluang yang besar dan itu akan terwujud,” ujarnya.

Pendekatan dunia industri ke sekolah secara khusus sekolah kejuruan ini menjadi dasar untuk menyiapkan tenaga kerja yang dibutuhkan.

Ia menyebutkan siswa yang dididik untuk memiliki attitude yang baik dalam masa sekolah, dipastikan memiliki  wawasan, disiplin diri yang baik sehingga mempunyai peluang kerja juga lebih besar.

“Tadi saya bilang kompetensi dan skill bisa dibentuk, kita punya teknologi, kita punya sistem, kita punya kurikulum yang tidak ada di tempat lain itu ada di sini, cuma attitide ini adalah hal yang paling besar, paling penting,” ujar Carolus.

Dijelaskan, PTFI saat ini masih beroperasi di Papua, masih beroperasi di tengah-tengah masyarakat di Wilayah Kabupaten Mimika dan merupakan bagian dari masyarakat Kabupaten Mimika.

Sudah tentu PTFI memiliki tanggung jawab sosial, kewajiban moral untuk untuk menolong pemerintah, menolong semua institusi pemerintah maupun Non Governmental Organixation (NGO) dalam hal apa saja.

Menurutnya, komitmen PTFI bukan hanya dalam hal pembangunan infrastruktur lewat program Corporate Social Responsibility (CSR) dan program-program kerja sama yang lain tapi juga program-program peningkatan SDM, penguatan kelembagaan di semua instansi maupun dengan NGO, lembaga adat, lembaga gereja, termasuk dengan pemerintahan secara khusus dengan SMK-SMK di Timika.

“Kita melakukan kerjasama, kolaborasi mengenai sistem pengembangan SDM kita kerjasama dengan pemerintah, lembaga-lembaga pendidikan. Kita lakukan semampu yang kita bisa lakukan,” ujarnya.

Dikatakan, PTFI bisa memberi dukungan kepada semua pihak tergantung juga keberhasilan di lingkungan perusahaan.

Sehingga pihak perusahaan menganggap dengan keberhasilan yang diperoleh perlu berbagi dengan  masyarakat pemerintah dan semua institusi.

“Supaya kita sama-sama maju. Selama perusahaan ini masih ada di sini, beroperasi di disini, kita akan hidup bersama dalam jangka waktu yang lama. Operasi perusahaan ini akan ada dalam jangka waktu yang panjang,” sebutnya.

Sementara itu Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Wilayah Meepago B, John Lemauk, S.Pd, M.Eng, dalam sambutannya pada kesempatan itu berharap materi yang didapatkan saat kegiatan pelatihan life skills itu bisa dilanjutkan saat kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Ikuti dengan sungguh-sungguhm bawa materi yang didapatkan ini secara utuh dan terapkan di sekolah masing-masing,” ujarnya.

Ia pun mengatakan PTFI sangat luar biasa memberikan dukungan yang besar untuk SMK-SMK di Timika. Hanya saja dukungan dari pemerintah yang menurutnya kurang.

“Kerja sama dengan Freeport ini sudah luar biasa, hanya saja dukungan dari pemerintah yang kurang,” ujarnya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar