Constant Karma Minta Panitia Menyiapkan Dengan Baik Pesparawi XIII Se-Tanah Papua di Mimika

Bagikan Bagikan
Mantan Wakil Gubernur Papua yang kini menjabat sebagai Ketua Harian LPPD Papua,Constant Karma memukul tifa bersama sebagai tanda membuka kegiatan Technical Meeting V Pesparawi XIII se Tanah Papua di Hotel Grand Tembaga, Jalan Yos Sudarso, Timika, Papua (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Mantan Wakil Gubernur Papua yang kini menjabat sebagai Ketua Harian Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Papua, Constant Karma meminta Panitia Pesparawi XIII se Tanah Papua menyiapkan dengan baik pelaksanaan Pesparawi yang akan diselenggarakan pada 30 Oktober sampai 6 November mendatang di Timika.

Pasalnya, setelah pelaksanaan Pesparawi di daerah, pada tahun 2022 mendatang perwakilan dari setiap daerah akan mengikuti Pesparawi Nasional XIII di Yogyakarta pada tahun 2022 mendatang.

Ia mengatakan pada waktu Pesparawi Nasional di Pontianak Kalimantan Barat, utusan dari Gubernur di Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengundang paduan suara setiap daerah ke Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta ini, dia adalah raja Mataram dia sangat dihormati, dia sangat dipuji dan sangat dibanggakan oleh masyarakat Jawa Tengah, dia seorang raja sangat berwibawa dia mengundang kita dia mengundang penyanyi-penyanyi datang menyanyi di sana. Dan tugas kita sekarang adalah mempersiapkan dan mengantar penyanyi-penyanyi kita memuliakan mengagungkan kebesaran nama Tuhan di Daerah Istimewa Yogyakarta,” kata Constant dalam sambutannya saat Pembukaan kegiatan Technical Meeting V Pesparawi XIII se Tanah Papua di Hotel Grand Tembaga, Jalan Yos Sudarso, Timika, Papua, Senin malam (6/9/2021).

Ia menjelaskan, Pesparawi merupakan sebuah kegiatan besar keagamaan yang diakui oleh Kementerian Agama Peraturan Menteri Agama nomor 19 tahun 2005, Dirjen Bimas Kristen mengatur supaya anak-anak Tuhan memuji memuliakan dan membesarkan nama Tuhan di tengah-tengah bangsa yang besar ini.

Pesparawi daerah di seluruh kabupaten dan provinsi di seluruh Indonesia terus berjalan dan setiap tahun Pesparawi nasional terjadi dan dihadiri oleh Kepala Negara.

“Tahun 2022 nanti kita dari Papua akan hadir dan menyanyi memuji dan memuliakan nama Tuhan di Daerah Istimewa Yogyakarta yang orang bilang jantungnya Indonesia, di sana banyak sekali perguruan tinggi, banyak sekali mahasiswa dan banyak sekali ahli-ahli,” katanya.

Ia mengatakan, Ketua Umum LPPD Papua, Elia Loupatty berpesan agar dalam pelaksanaan Technical Meeting V ini supaya tetap mematuhu protokol kesehatan.

Ia pun merasa yakin dalam pelaksanaan kegiatan ini Bupati Mimika, Wakil Bupati Mimika dan seluruh jajarannya sudah mengatur semua dengan baik tentang protokol kesehatan.

“Sehingga mudah-mudahan kita melaksanakan ini dengan sebaik-baiknya untuk memuji Tuhan. Bapak Elia Loupatty juga berpesan bahwa pendaftaran peserta harus diselesaikan di Technical Meeting ini supaya panitia lebih mantap menyiapkan pelaksanaan Pesparawi,” katanya.

Diakhir sambutannya ia menyampaikan pesan yang pernah ia dengar sebelumnya dari seorang pendeta di Klaten, Jawa Tengah bahwa berbahagialah orang yang menyanyi kepada Tuhan karena ia akan menyanyi di bumi dan di surga.

“Pada waktu saya masih mahasiswa kami ikut Pesparawi di Klaten, Pendeta di Pesparawi itu pesan dan pesannya saya tidak lupa sampai hari ini, dia mengatakan kami hamba Tuhan kami berkotbah di bumi tapi berbahagia lah kamu yang menyanyi kepada Tuhan karena kamu akan menyanyi di bumi dan di surga,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob dalam sambutannya mengatakan bahwa Mimika akan buktikan menjadi tuan rumah yang baik untuk dua ‘event’ besar PON XX dan Pesparawi XIII.

Menurut John, sebelumnya banyak pihak yang keberatan Pesparawi se Tanah Papua dilaksanakan di Timika karena Timika sering kacau.

Tapi Pemerintah Kabupaten Mimika akan buktikan dan pasang badan bahwa meskipun di tengah pandemi Covid-19 Mimika sanggup jadi tuan rumah.

Untuk itu ia berpesan kepada panitia penyelenggara agar betul-betul bersungguh-sungguh untuk menjalankan tugas mulia ini.

“Tugas yang luar biasa yang akan memberikan kekuatan yang luar biasa bagi Kabupaten Mimika untuk mempersiapkan Pesparawi di Mimika 1 bulan ke depan,” ujarnya.

John menyebutkan untuk menyukseskan pelaksanaan PON dan  Pesparawi di Timika salah satu upaya yang dilakukan Pemkab Mimika yaitu terus menekan penularan Covid, dan kini sudah mulai menunjukan hasil yang baik.

“Satu hari yang lalu kami memeriksa 465 spesimen hasilnya cuma 8 yang positif artinya apa sudah menurun. Tadinya daya tampung untuk pasien yang terpapar Covid full, sekarang 90 persen tempat tidur kosong. Kita berusaha terus membuat semua tamu yang datang di sini sehat kembali juga harus sehat tidak boleh datang di sini sehat pulang sakit, atau pas mau menyanyi begini baru sakit,” ujarnya.

Ia berharap dengan technical meeting tersebut dapat menghasilkan ouput-output yang baik untuk menyukseskan pelaksanaan Pesparawi.

“Saya berharap kegiatan beberapa hari ini menghasilkan sesuatu yang baik kita buktikan bahwa Mimika siap menjadi tuan rumah.

Setelah menyampaikan sambutan, John Rettob, yang pada 6 September kemarin tepat 2 tahun ia resmi menjadi Wakil Bupati Mimika, didampingi Ketua Harian LPPD Papua, Constant Carma secara resmi membuka technical meeting ke lima tersebut yang ditandai dengan pemukulan tifa.

Kemudian, Sekretaris Umum Panitia Pelaksana Pesparawi XIII se Tanah Papua, I Nyoman Putu Arka dalam laporan panitia mengatakan tujuan kegiatan technical meeting V yang dilaksanakan mulai Senin (6/9/2021) sampa Kamis (9/9/2021) untuk mewujudkan sinergi dalam upaya memantapkan persiapan guna suksesnya pelaksanaan pesparawi 13 tanah Papua tahun 2021.

Orientasi dalam rangkaian kegiatan tersebut yakni menerima penyerahan dokumen final data kelengkapan administrasi peserta tiap kabupaten/ kota yang akan mengikuti Pesparawi XIII Tanah Papua tahun 2021 di Kabupaten Mimika.

Menyampaikan progres persiapan setiap bidang pelaksana pesparawi XIII Tanah Papua pada tahun 2021 di Kabupaten Mimika, diskusi-diskusi terkait materi yang disampaikan untuk mendapatkan arahan masukan dan solusi terhadap kendala-kendala yang dihadapi.

“Serta menstimulasikan tata cara penggunaan barcode bagi peserta dan pengenalan LO tiap konsumsi kontingen kabupaten kota,” kata Nyoman.

Dalam technical meeting itu dihadiri LPPD kabupaten/kota dari Waropen, Jayawijaya, Biak Numfor, Kota Jayapura, Puncak, Mamberamo Tengah, Jayapura, Mamberamo Raya, Asmat, Merauke, Deiyai, Tolikara, Mappi dan tuan rumah Mimika.

Sementara, kabupaten lainnya dipastikan tiba hari ini, Selasa (7/9/2021) untuk mengikuti technical meeting tersebut, dimana tercatat 118 orang yang akan hadir.

Sebelumnya, pembukaan diawali dengan ibadah dan khotbah oleh Rohaniwan Katolik, Paul Weti, serta persembahan lagu pujian dari Gabungan Paduan Suara LPPD Mimika dengan membawa dua lagu, yakni What a Friend We Have on Jesus dan Yang Paling Mengerti. Kemudian kegiatan pembukaan itu ditutup dengan doa dan berkat penutup dari Pastor Maxi Dora, OFM. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar