pon xx papua
info grafis pesparawi xiii se tanah papua

Dukung Program Vaksinasi, Paroki Santo Stefanus Sempan Timika Buka Dua Gerai

Bagikan Bagikan
Pastor Paroki Santo Stefanus Sempan, Maximilanus Dora, OFM menyerahkan 1 krat telur kepada warga yang baru selesai divaksin di Gereja Santo Stefanus Sempan, Kelurahan Inauga, Mimika, Papua (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Dalam rangka mendukung program vaksinasi, Paroki Santo Stefanus Sempan Timika membuka dua gerai vaksin yakni di halaman Gereja Paroki Santo Stefanus Sempan yang beralamat di Jalan Bu Sirih, Kelurahan Inauga, dan Gereja Stasi Santo Petrus SP1, Kelurahan Kamoro Jaya, Mimika, Papua.

Pastor Paroki Santo Stefanus Sempan, Maximilanus Dora,OFM, saat ditemui Salam Papua di Gereja Sempan, Selasa sore (21/9/2021), menjelaskan bahwa kegiatan vakasinasi yang digelar selama 3 hari itu atas permintaan dari Kapolres Mimika.

Rencana awalnya dilakukan selama Senin (20/9/2021) sampai Jumat (26/9/2021) akan tetapi karena beberapa pihak terkait vaksinasi tersebut tengah sibuk dalam persiapan PON XX, sehingga hanya dilakukan pada Senin sampai Rabu.

“Waktu itu Kapolres telepon saya dan tanya apakah di gereja bisa dibuka gerai vaksin? Saya respon dan coba koordinasikan dengan seksi kesehatan paroki kemudian diputuskan dibuat vaksinasi dari Senin sampai Jumat di halaman gereja. Tapi karena ada kesibukan persiapan PON ini akhirnya 3 hari saja,” ujarnya.

Maxi menyebutkan pada vaksin hari pertama, di Stasi Santo Petrus SP1 sebanyak 140 lebih orang yang divaksin sementara di gereja paroki sebanyak 105 orang yang divaksin.

Pada hari kedua di gereja paroki sebanyak 80 orang yang divaksin sementara di SP1, Maxi mengaku belum mendapat laporan.

“Kita target untuk seluruh wilayah Paroki Santo Stefanus Sempan 500 orang yang divaksin selama 3 hari. Semoga besok banyak yang vaksin bilamana perlu lebih dari 500,” ujarnya.

Dikatakan, semua orang yang datang vaksin di dua gerai yang disiapkan Paroki Sempan juga mendapatkan telur 1 krat.

“Telur itu yang siapkan dari Polres Mimika,” ujarnya.

Ia menyebutkan petugas yang melakukan vaksinasi merupakan tenaga kesehatan dari Puskesmas Pasar Sentral, RSUD Mimika dan tim dari Polres Mimika.

Pada kesempatan itu Maxi mengajak semua umat Katolik untuk ikut vaksin karena sebagai orang yang pernah terpapar virus corona ia merasa sangat dibantu dengan vaksin ini.

“Saya tidak ada gejala apa-apa, tidak kehilangan rasa dan penciuman. Tapi teman saya yang waktu itu belum vaksin dia alami gejala berat. Jadi saya imbau semua umat Katolik untuk divaksin,” pesannya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar