pon xx papua
info grafis pesparawi xiii se tanah papua

Freeport Bantu “Napas” Dalam Penanggulangan Covid-19 di Mimika dan Asmat

Bagikan Bagikan
Tabung Medical Oxygen milik PT. Freeport Indonesia (Dok:SAPA)

SAPA (TIMIKA) – Permasalahan terkini yang dihadapi bangsa Indonesia salah satunya adalah pandemi covid-19, yang sebenarnya ini bukan hanya menjadi persoalan nasional tapi juga merupakan masalah global, merambah ke seantero pelosok dunia.

PT. Freeport Indonesia (PTFI) selalu hadir dalam memberi solusi dan sumbangsih atas berbagai permasalahan di Indonesia, termasuk di Tanah Papua.

Dalam konteks pandemi covid-19, PTFI sejak awal merambahnya penyakit global ini telah menunjukkan sumbangsihnya melalui bantuan berupa bahan makanan kepada masyarakat terdampak di seputaran Kabupaten Mimika, sebagai daerah di mana perusahaan raksasa berskala internasional ini berada.

Bama ini tepatnya diberikan kepada masyarakat 5 desa yang terdampak di dataran rendah, dan juga di Banti serta beberapa tempat lainnya di Kabupaten Mimika.

Hal ini diungkap oleh Vice President Government Relation PTFI sekaligus sebagai juru bicara Covid-19 PTFI, Jonny Lingga, saat diwawancara Jurnalis Salam Papua melalui sambungan telepon, Sabtu (21/8/2021) lalu.

PTFI selalu berkoordinasi, berdiskusi dan berkolaborasi dengan Pemkab Mimika melalui Dinas Kesehatan dalam upaya menanggulangi atau memitigasi covid-19 di Kabupaten Mimika ini secara khusus.

“Jadi perhatian PT. Freeport Indonesia sangat intens dalam menanggulangi pandemi covid-19 khususnya di Kabupaten Mimika, melalui koordinasi, diskusi dan berkolaborasi dengan Pemkab Mimika melalui Dinas Kesehatan. Kita harus bekerjasama dan bukan bekerja sendiri-sendiri dalam memitigasi covid-19 ini,” ungkapnya.

Dia mengatakan, pada awal Agustus 2021, PTFI juga telah memberikan bantuan sebanyak 20 alat oksigen konsentrator, yakni 10 buah untuk RSUD dan 10 buah untuk RSMM di Mimika, sambil menunggu konversi pabrik oksigen industri menjadi oksigen untuk medis di LIP Plant PTFI.

“Itu sangat bermanfaat, karena itu merupakan alat bantu oksigen yang menggunakan tenaga listrik secara portable yang dapat digunakan oleh pasien covid-19 yang bergejala ringan. Selain itu, pada empat bulan lalu, karena memang kebutuhan oksigen di lingkungan PTFI masih diambil dari Surabaya, maka dari oksigen-oksigen tersebut, PTFI juga telah memberi bantuan sekitar 150 tabung oksigen ke dua rumah sakit di Mimika tersebut,” kata Jonny.

Menurut dia, seperti yang diketahui, yang paling diserang pada pasien covid-19 adalah bagian pernapasan yaitu paru-paru. Sehingga ketika seseorang telah terpapar covid-19, maka yang harus dijaga adalah asupan oksigen yang cukup.

Dua bulan lalu, lanjut dia, Indonesia mengalami lonjakan jumlah pasien covid-19 yang luar biasa, termasuk di Kabupaten Mimika, termasuk juga di lingkungan PT. Freeport Indonesia.

Tidak menyangka jika asupan oksigen pun tidak mencukupi, khususnya bagi pasien covid-19 dengan gejala sedang dan berat. Ini artinya situasinya sudah kritis.

“Setelah memenuhi kebutuhan oksigen di lingkungan kita (PTFI), kita melihat juga adanya permintaan oksigen di Rumah Sakit di Timika, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika juga menghubungi kita, akhirnya kita memberikan bantuan (oksigen),” ujarnya.

Selanjutnya, secara cepat PTFI pun mengambil strategi dengan cara mengonversikan pabrik oksigen industrinya, yang berada di Oxygen Plan Kuala Kencana Mimika, agar mampu memproduksi oksigen untuk kebutuhan medis. Dia mengaku langkah ini dilakukan lebih kurang hanya memakan waktu sekitar dua minggu.

Kemudian hasil produksi oksigen untuk medis ini dilakukan pengujian secara berlapis dan dinyatakan layak.

“Pengujian dilakukan oleh lembaga pengujian oksigen untuk medis yang sah yang diakui di Indonesia, untuk memastikan bahwa oksigen tersebut memenuhi syarat dan layak. Selanjutnya kita kirimkan ke Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan, dan Dinas Kesehatan juga kemudian mengirimkan dan melakukan pengujian ulang oksigen tersebut ke Makassar, ke balai pemerintah yang terkait dengan Departemen Kesehatan, dan juga dinyatakan Lulus uji atau layak sebagai oksigen untuk kebutuhan medis. Setelah kembali ke Mimika, oleh Komite Kesehatan Kabupaten Mimika yaitu para dokter di RSUD Mimika dan Dinas Kesehatan Mimika juga menyatakan bahwa oksigen tersebut layak dikonsumsi,” tuturnya.

Sejak itulah, Jonny mengatakan, PTFI mulai memproduksi lebih-kurang 70 tabung oksigen berkapasitas 7 meter kubik per hari sejak sekitar tiga minggu lalu, dan produknya selain digunakan sesuai kebutuhan di lingkungan PTFI sendiri, juga disumbangkan ke RSUD serta RSMM di Mimika, dan juga ke Kabupaten Asmat pada tanggal 20 Agustus 2021.

Total medical oxygen yang sudah PTFI berikan hingga pertengahan bulan September 2021 mencapai 851 tabung.


Bantuan Oksigen Medis PTFI ke 2 Rumah Sakit di Mimika

Jonny Lingga mengungkapkan, PTFI memberi bantuan sebanyak 25 tabung oksigen medis produksi PTFI per hari ke masing-masing rumah sakit di Mimika sampai hari ini, yakni RSUD dan RSMM, hingga stok oksigen di dua rumah sakit tersebut telah normal.

Sebelumnya, tepatnya pada tanggal 30-31 Jul 2021, PTFI telah memberikan bantuan masing-masing berupa 50 tabung oksigen ukuran 7 liter kepada RSUD Mimika dan 50 tabung oksigen yang sama kepada RSMM, yang diserahkan secara simbolis oleh Dani Hamdani dari Divisi Supply Chain Management (SCM) mewakili manajemen PTFI kepada Direktur RSMM, dr. Joni Ribo Tandisau,SpB-KBD, dan kepada Kepala Bidang Pelayanan RSUD, dr. Yuliana, bertempat di 32BR Warehouse LIP, Kuala Kencana Mimika. Kegiatan ini saat itu disaksikan oleh Manager Affair Corporate Communication PTFI, Kerry Yarangga.

Kerry saat itu mengatakan bahwa penyerahan bantuan oksigen tersebut telah dikoordinasikan PTFI kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.

 

Bantuan Oksigen Medis PTFI ke Kabupaten Asmat

Jonny Lingga ketika mewakili manajemen PTFI saat menyerahkan bantuan oksigen medis kepada Kabupaten Asmat, mengatakan bahwa untuk bantuan oksigen ke Kabupaten lain baru kali ini dilakukan ke Asmat.

Dia menceritakan tanggal 9 Agustus 2021 yang lalu pihaknya dihubungi Bupati Asmat yang meminta bantuan oksigen, dan saat itu juga langsung ditindaklanjuti manajemen.

Bantuan oksigen medis yang diberikan PTFI kepada Kabupaten Asmat sebanyak 50 tabung. Dan dia pun berharap bantuan oksigen tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik untuk membantu pasien yang terpapar covid-19 di Asmat.

“Penyaluran bantuan oksigen ke Asmat tidak dilakukan rutin seperti di Mimika yang dilakukan setiap hari, karena nanti tidak cukup,” katanya kepada wartawan Salam Papua saat meliput kegiatan serah terima bantuan oksigen tersebut di 32BR LIP Kuala Kencana Mimika, Jumat siang (20/8/2021).

Jonny mengungkapkan bahwa terkait pemberian bantuan oksigen ke Kabupaten Asmat tersebut, pihak PTFI sebelumnya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.

“Walaupun oksigen ini kami (PTFI) yang punya, tapi kami terlebih dahulu harus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika terkait permintaan oksigen tersebut oleh Pemkab Asmat. Hal ini dilakukan demi tertibnya administrasi dan saling mengetahui. Makanya di saat serah terima oksigen kepada Kabupaten Asmat, juga disaksikan oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Asmat, Elisa Kambu, S.Sos menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada pihak PTFI yang telah memberikan bantuan 50 tabung oksigen tersebut.

Menurut dia, bantuan dari PTFI itu merupakan Berkat Tuhan untuk masyarakat Kabupaten Asmat.

“Ini pertama kalinya saya berada di lingkungan PTFI. Bisa bertemu dengan pihak Manajemen PTFI ini merupakan satu penghargaan dan kehormatan bagi saya. Saya bisa ada di sini dalam rangka menerima bantuan dari PT Freeport Indonesia yaitu bantuan oksigen untuk masyarakat Asmat. Semua ini adalah berkat Tuhan di tengah pergumulan kami di Asmat,” kata Elisa.

Dia mengatakan, pada akhir Bulan Juni sampai akhir Bulan Juli terjadi peningkatan pasien terpapar Covid-19 di Kabupaten Asmat, sehingga kebutuhan oksigen meningkat namun pihak Pemerintah Kabupaten kesulitan untuk mendapatkan oksigen.

Apalagi saat itu mesin yang memproduksi oksigen di rumah sakit di Asmat mengalami gangguan, sehingga untuk menyuplai oksigen itu harus dari Surabaya. Untuk itu pihaknya mulai berpikir cara lain demi mendapatkan oksigen, dan munculah ide untuk meminta bantuan kepada PTFI.

“Dalam pergumulan yang berat itu kita berdoa minta hikmat kepada Tuhan apa yang kita lakukan dan muncullah pemikiran untuk meminta bantuan kepada Freeport. Dan Puji Tuhan minggu lalu saya komunikasi dengan manajemen PTFI dan Tuhan buka jalan hari ini kami bisa dapat bantuan oksigen dari Freeport,” ujarnya.

Oksigen bantuan dari PTFI itu akan digunakan pada satu rumah sakit dan delapan Puskemas dari 16 Puskesmas di Asmat, yang memang sangat memerlukan ketersediaan oksigen untuk membantu pasien yang terpapar Covid-19. Sedangkan untuk pengangkutan oksigen ke Asmat akan menggunakan kapal laut.

“Kita nanti menggunakan kapal-kapal laut yang ada, kita cicil pengirimannya,” tuturnya.

Asmat, tambah dia, merupakan kabupaten dengan infrastruktur yang terbatas dan tingkat kesulitan kebutuhan masyarakat yang cukup tinggi. Untuk itu Elisa berharap dengan bisa mendapatkan bantuan oksigen dari PTFI ini menjadi pembuka jalan untuk bantuan lainnya kepada masyarakat di Asmat. (Jimmy-Evi/Adv)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Kami dari situs 76SLOT.NET
    Saat ini menawarkan Promo Bonus Spesial
    - Bonus 100% di Awal Full (Max=1 Juta)
    - Bonus DP 20% (Unlimit Klaim)
    - Bonus Cashback 100% (Syarat TO 5x Nominal Bonus)
    - Bonus Rolling (Instant) + Cashback Up 15% (Mingguan)
    - Bonus Event Gol Reward Rp 1 Juta (Bisa WD langsung)
    - Bonus Absen 100 Ribu
    Dan masih banyak lagi Bonus lainnya.
    Silakan kunjungi web resmi kami di https://13.228.239.104
    WA : (+62)878 8167 2330

    BalasHapus