pon xx papua
info grafis pesparawi xiii se tanah papua

Hati Yenny Wahid Tersentuh Melihat Anak-Anak Timika di Yayasan Somatoa

Bagikan Bagikan
Yenny Wahid saat bersama anak-anak di Yayasan Somatoa Timika (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Nama Yenny Wahid tentunya tidak asing di mata masyarakat Indonesia termasuk di Timika, karena selain sebagai anak dari Presiden Republik Indonesia ke empat, Almarhum Abdurrachman Wahid (Gusdur), Yenny juga merupakan politisi  tanah air.

Hati wanita bernama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh ini tersentuh melihat langsung bocah-bocah asuhan Yayasan Somatoa di jalan Anggur jalur 3 SP2 Timika.

Menurut dia, adanya yayasan tersebut sangat sejalan dengan visi yang diusung dalam keluarga Gusdur yang mengutamakan persoalan kemanusiaan serta  bagaimana mengabdi kepada masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Pak Maksimus untuk memberikan bekal masa depan yang lebih baik kepada anak-anak. Ini sangat sejalan dengan visi yang kami usung dalam keluarga kami. Keluarga Gusdur memang selalu mengajarkan soal kemanusiaan dan selalu mengajarkan bagaimana kita mengabdi kepada masyarakat. Di sini lah hati kita dipertemukan,” katanya, Senin (27/9/2021).

Sosok ramah ini mengaku bahwa anak-anak bukan hanya diajari teori, tetapi juga diajari melalui tindak-tanduk orang tua. 

Sebab, anak-anak ibarat seperti spon yang menyerap air, dalam hal ini apa yang dia lihat dilakukan orang dewasa sekelilingnya, maka itu yang dia serap.

Selain itu, yang harus diberikan untuk anak-anak  ialah kasih sayang dan yang tidak kalah pentingnya adalah ajari anak-anak untuk takut akan Tuhan. 

Anak-anak akan merespon baik bagi orang yang memberinya kasih sayang. Dengan demikian, ketika anak-anak diajari untuk saling berbaik satu sama lainnya maka ia pun akan bisa menerapkannya dalam kehidupan sosial. 

“Anak-anak itu tidak harus terlalu diajarkan dengan penghafalan. Anak-anak itu diajari dengan pengamalan. Selain itu, mereka diceritakan dengan cerita-cerita dongeng serta kasih sayang. Anak-anak selalu diajari untuk takut akan Tuhan kalau dia melakukan kesalahan. Ajari juga untuk dia selalu baik kepada teman-temannya. Karena itulah pengamalan Pancasila. Dari hal semacam itu yang akan selalu dipegang hingga mereka dewasa,” ujarnya.

Sebagai ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia yang juga menaungi masalah panjat gunung, Dia mengaku telah mendengar lama Kiora Maksimus selaku pemilik Yayasan Somatoa. Yang mana, selain berkaitan dengan pendakian gunung, Pak Maksimus juga punya rasa kepedulian sosial yang sangat luar biasa tinggi.

Adanya yayasan non formal ini sangat membantu anak-anak yang tidak punya akses dalam pendidikan formal. 

Di Indonesia menginginkan agar tidak ada satu pun anak yang tertinggal. Semua harus diberikan kesempatan yang sama, harus mendapatkan kasih sayang dan difasilitasi agar bisa tumbuh berkembang secara optimal.

“Sebagai seorang ibu kalau ketemu anak-anak langsung tergerak hati saya. Bagaimanapun anak-anak ini adalah masa depan bangsa kita. Kalau kita berikan kasih sayang dan semangat serta diberikan contoh yang baik oleh orang dewasa di sekitarnya, maka anak-anak ini akan tumbuh menjadi pemimpin bangsa ini,” tuturnya.

Dia pun menilai bahwa mengabdi menjadi guru yang menangani anak-anak bukan sesuatu yang gampang, tapi sangat berat dan butuh stamina mental serta kesabaran. Namun, ketika punya hati dan semangat pengabdian yang tinggi, maka semuanya akan terasa ringan.

“Kita sangat mengapresiasi mereka yang ada di yayasan ini. Kita akan mensupport,” katanya.

Pantauan Salam Papua, puluhan anak asli suku lokal itu sangat antusias saat dikunjungi Ibu Yenny Wahid.

Meski nampak malu-malu, anak-anak usia 4 hingga 7 tahun itu berani mendekati dan menjawab apa yang ditanyakan Ibu Yenny terkait nama dan usia mereka. 

Saking beraninya, beberapa anak di antaranya mau digendong dan enggan melepas gandengan tangan wanita berkerudung tersebut. Puluhan anak itu pun berkerumun mendengarkan Ibu Yenny menyanyikan lagu ciptaannya sendiri yaitu “Boboklah anak ku, oh buah hati ku.. pejamkanlah mata mu. Boboklah anak ku. Cahaya hidup ku... selamat mimpi yang indah. Bintang di langit bersinar terang. Bulan yang bundar terbangi bumi. Boboklah anakku, Malaikat kecilku. Bapak akan menjagamu... boboklah anakku.. cahaya hidupku. Mama sayang padamu.”

Kunjungan Yenny Wahid dikawal anggota Polsek Mimika Baru (Miru) dipimpin langsung Kapolsek AKP Dionisius VDP Helan,SIK. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar