pon xx papua
info grafis pesparawi xiii se tanah papua

Ikut Bimtek, Jurnalis Peliput PON XX Papua Klaster Timika Diminta Membuat Konten Bernilai Kebangsaan

Bagikan Bagikan
Sekretaris Umum (Sekum) Sub PB PON Klaster Mimika, Cesar Avianto Tunya mengenakan ID kepada perwakilan Jurnalis Peliput PON XX di Mimika (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Jurnalis peliput PON XX Papua Klaster Timika diminta untuk tidak hanya meliput prestasi atlet selama pelaksanaan PON tapi juga menyajikan konten informasi bernilai kebangsaan.

Hal ini disampaikan Sekretaris Umum (Sekum) Sub PB PON Klaster Mimika, Cesar Avianto Tunya saat membuka kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) yang diikuti jurnalis naskah, foto dan video untuk PON XX Papua di Hotel Horison Timika, Sabtu (25/9/2021).

Cesar mengatakan, Bimtek yang digelar tersebut merupakan kegiatan wajib bagi jurnalis yang sudah terdaftar di Media Center.

"Karena dengan pelatihan ini teman-teman media akan sama-sama mengetahui teknis-teknis alur kerja di Media Center," ujarnya.

Ia mengatakan, semua harus berbangga karena Mimika terpilih menjadi salah satu klaster PON XX di Papua.

"Papua adalah bagian dari Indonesia, Papua diberi kesempatan selenggarakan multi even dari pesta olahraga terbesar di Indonesia. Dan kita Mimika ambil bagian di dalamnya," kata dia.

Menurut Cesar, ada proses panjang, melewati rangkaian perjuangan sejak tahun 2016 hingga sekarang.

"Bahkan sampai masuk pandemi (covid-19) sehingga PON XX mundur 2021. Situasi yang tidak mudah, melaksanakan persiapan sampai penyelenggaraan sangat berat," ucap Cesar.

Namun hal itu merupakan tekad pemimpin negara memberikan dukungan agar PON dilaksanakan di Papua. Segala kebijakan dibuat untuk Papua.

"Koordinasi di Pemerintah Pusat, provinsi, kabupaten terus berjalan. Karena PON bukan hanya memberikan kesan pesta olahraga nasional, tapi satu gambaran untuk kemajuan bangsa ini. Papua bagian dari NKRI. Itu yang ditunjukan," ujar dia.

Karenanya, Cesar berharap media harus mampu membuat konten yang bernilai kebangsaan.

"PON bukan hanya menunjukan prestasi olahraga, tapi pembangunan di Indonesia dari timur ke barat ada pemerataan," paparnya.

Menurutnya, konten kebangsaan ini penting untuk dibuat agar orang lain melihat ada pembangunan yang merata.

"Itulah mengapa presiden menunjuk gubernur, bupati agar mampu menyelenggarakan pesta olahraga,” kata Cesar.

Menurutnya presiden mengeluarkan Inpres untuk percepatan pembangunan dan penyelenggaraan PON.

Begitu juga Gubernur Papua, yang mendapat tugas dan amanat menyelenggarakan PON XX. 

“Itu menjadi motivasi bagi seluruh anggota PB PON Sub Mimika untuk memacu persiapan olahraga di klaster Mimika," kata dia.

Ia melanjutkan, venue dan sarana pendukung sudah disiapkan. Gerak pembangunan Mimika bisa disaksikan media.

"Hari ini kita sama-sama persiapkan diri untuk meliput even nasional. PON sekarang berbeda dengan PON sebelumnya. Persaingan cukup ketat, media bisa kalah dengan media sosial. Teknologi berkembang sangat cepat," ujarnya.

Apalagi, lanjut Cesar, PON kali ini berbasis IT. Saat ini para peserta duduk bersama untuk belajar secara teknis, bagaimana PON berbasis IT.

"Kita lihat tantangan ke depan seperti apa. Kita ada di fase dimana penyelenggaraan PON berbasis IT, diharapkan media bisa connect dengan kondisi tersebut. Tetap jaga Prokes, vaksin untuk menjaga kenyamanan tamu yang datang," harapnya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar