Translate

Kejuaraan Dunia Panjat Tebing Bisa Dilaksanakan di Timika

Bagikan Bagikan

Venue panjat tebing di Timika, Papua. (Foto-SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA)
- Kejuaraan dunia panjat tebing bisa dilaksanakan di Timika, Papua karena venue panjat tebing di Timika sudah standar untuk kejuaraan dunia. 

Hal ini disampaikan Technical Delegate Cabag Olahraga (Cabor) Panjat Tebing PON XX Papua,  Sapto Hardiono saat ditemui wartawan di Hotel Cenderawasih 66, Jalan Cenderawasih, SP2, Timika, Papua, Jumat (17/9/2021). 

“Venue panjat tebing di Timika ini sudah layak digelar kejuaraan dunia berarti sudah standar internasional. Jadi bukan sekarang saya yang bilang tapi teman-teman peserta  dari luar Papua dari Jawa Timur berkunjung kemarin dua minggu lalu di sini semua kaget dengan  fasilitas yang kita punya,” kata Sapto. 

Bahkan menurutnya saat kontingen dari  Aceh datang  di Timika mereka bingung karena pada event PON  berikutnya harusnya Aceh membangun venue dengan kualitas lebih tinggi, tapi begitu melihat venue panjat tebing di Timika kualitasnya lebih tinggi dari yang dibayangkan. 

“Kualitasnya lebih tinggi mereka bingung  berapa harga venue ini. Mereka geleng-geleng kepala melihat venue panjat tebing di Timika,” ujarnya. 

Dikatakan Timika sudah memiliki venue berstandar internasional tinggal bagaimana atlet-atlet panjat tebing dipersiapkan untuk layak mengikuti kejuaraan dunia. 

Lanjutnya, ada dua atlet panjat tebing tim Papua sedang dipersiapkan masuk Pelatnas dan ini pertamakali untuk Cabor panjat tebing. 

 “Sebenaranya sudah masuk tapi karena PON ini jadi ditunda. Dua atlet ni putra putri, kalau bisa masuk Pelatnas berarti bisa terwujud ikut kejuaraan dunia” kata Sapto. 

Menurutnya venue panjat tebing di Timika rencananya dijadikan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP), karena panjat tebing merupakan  salah satu Cabor dari lima Cabor yang masuk dalam desain olahraga Indonesia. 

Dijelaskan proses menjadi PPLP ditentukan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. 

“Pembiayaan dari daerah dan pusat jadi dibagi dua apakah atletnya dibiayai oleh Pemda atau infrastruktur dibiayai oleh pusat tapi saya tidak tahu mekanismenya,” jelas Sapto yang juga sebagai Sekretris Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Pusat ini. (Yosefina)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar