Pemkab Mimika Upayakan Museum yang Menampung Karya Masyarakat Lokal

Bagikan Bagikan
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mimika, Alberthini Timang (Foto:SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) - Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olahraga mengupayakan membangun museum yang bisa menampung kerajinan tangan masyarakat lokal seperti Noken dan ukiran.

Alberthini Timang selaku kepala Bidang Kebudayaan mengungkapkan dengan adanya museum, segala macam jenis kerajinan tangan masyarakat lokal (Amungme dan Kamoro) bisa ditampung dan disimpan di museum tersebut.

Dia menerangkan dengan adanya museum tersebut masyarakat bisa bebas untuk mengekspresikan kreativitas mereka, selanjutnya hasil karya masyarakat dapat dipajang di sana. Ketika ada pengunjung dari luar daerah bisa mengunjungi dan membeli hasil karya masyarakat sebagai ole-ole.

"Ini yang sedang kami usahakan hanya belum terealisasi. Kami juga pernah usulkan di APBD Kabupaten Mimika tapi tidak terakomodir. Sekarang kami sedang usahakan koordinasi dengan Kementerian untuk membangun museum menggunakan dana alokasi khusus (DAK)," ujar Alberthini, Rabu (1/9/2021).

Dia mengakui hingga kini belum ada galeri yang bisa menampung hasil karya masyarakat lokal dan menambah penghasilan masyarakat lokal.

"Memang noken dan ukiran masyarakat lokal belum punya galeri. Untuk memiliki galeri kita butuh anggaran yang cukup besar, dan museum yang akan kita bangun bisa menjadi galeri bagi karya-karya masyarakat, tapi tahun ini kita punya program dimana kita buatkan pondok kepada sanggar yang menjadi binaan Dinas Kebudayaan, Pariwasata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mimika," terangnya.

Menurut dia, setiap sanggar bisa memamerkan hasil karyanya pada pondok yang dibantukan.

"Ini kami siapkan untuk pelaksanaan PON ini, tapi kami berharap tim pemasaran bisa mengakomodir mereka untuk bisa membuka stand di setiap venue sehingga masyarakat bisa memamerkan karya mereka," terangnya.

Ia menambahkan, Dinas Kebudayaan, Pariwasata, Pemuda dan Olahraga juga membantu mendorong sanggar-sanggar di Mimika bisa memiliki badan hukum, AD-RT, profil serta struktur yang jelas, sehingga ketika ada bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah, legalitasnya jelas. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar