Klarifikasi Kru Bus PON XX Cluster Mimika Soal Bawa Logistik dari Jawa

Bagikan Bagikan
Koordinator Pengawas Akomodasi PON XX Cluster Timika, Charles Kandami (kiri) foto bersama sejumlah kru bus PON XX Cluster Timika dan Kepala Bidang Perhubungan Darat, Dinas Perhubugan Kabupaten Mimika, Orpa Salossa (keempat dari kiri) beserta sejumlah pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Kru bus dari Jakarta yang didatangkan pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia untuk mendukung pelaksanaan PON XX di Cluster Timika, memberikan klarifikasi terkait berita yang tersebar melalui media sosial (Medsos) bahwa kru bis membawa logistik dari Jawa untuk memenuhi kebutuhan makanan mereka selama di Timika.

Melalui Koordinator Pengawas Akomodasi PON XX Cluster Timika, Charles Kandami mengatakan, memang benar kru bus membawa logistik dari Jakarta namun logistik itu dibeli bukan saat mau berangkat atau dibeli dalam perjalanan.

Namun merupakan logistik sisa yang digunakan saat kegiatan persiapan oleh pihak Kemenhub melakukan rancek atau pengecekan bus di Jakarta beberapa hari sebelum berangkat ke Timika.

Kru membawa logistik juga bukan berarti karena takut di Papua tidak bisa membeli logistik tapi itu murni logistik sisa yang mereka merasa perlu dibawa sebagai persiapan juga, jika ada anggota dari kru tersebut lapar di tengah malam tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk membeli makanan.

“Memang betul perbekalan itu teman-teman kru bus ini bawa dari Jakarta tapi itu bukan berarti saat mau berangkat baru beli atau dipersiapkan, tidak seperti itu. Sebelum berangkat ke Timika itu ada rancek atau pengecekan segala unit, pemasangan GPS dan lain sebagainya dan saat itu selama beberapa hari semua kru kumpul di tempat pengecekan jadi mereka masak makan sama-sama. Bahan makanan yang dibawa itu sisa yang mereka masak makan sama-sama di tempat kumpul sebelum berangkat ke sini,” kata Charles saat ditemui di Hotel Anggrek, tempat menginap kru bus PON XX Cluster Timika, Sabtu (4/9/2021).

Ia juga mengatakan kru bus ini sudah mengetahui  saat masih di Jakarta bahwa selama berada di Timika mereka mendapat akomodasi penginapan dan makan tiga kali sehari. Hal semacam ini juga bukan baru pertama kali mereka alami karena mereka sudah sering disewa oleh pihak Kemenhub jika ada event-event nasional di daerah-daerah yang membutuhkan banyak bus untuk akomodasi peserta. 

“Teman-teman juga sudah tahu di sini mereka dapat akomodasi penginapan dan makan tiga kali sehari. Tapi mereka bawa sisa bekal mereka dari Jakarta supaya kalau ada teman-teman yang lapar tengah malam bisa masak sendiri tidak harus lagi keluarkan biaya tambahan untuk beli makanan. Mereka juga bukan baru pertama kali ke daerah-daerah untuk event seperti ini, beberapa event PON seperti di Palembang, event MTQ nasional di beberapa daerah mereka sudah sering disewa Kemenhub,” ujar Carles.

Dikatakan, untuk logistik yang dibawa jika masih tersisa setelah event PON XX maka akan dibagikan ke panti asuhan.

“Tidak mungkin logitik yang teman-teman bawa ini habis jadi kita sudah sepakat setelah event ini kalau memang masih ada akan disumbangkan ke panti asuhan,” tuturnya.

Menurut Charles, kru bus PON ini merasa nyaman selama berada di Timika. Mereka juga tidak memiliki ketakutan apapun saat hendak ke Timika.

“Menurut mereka Timika kota yang bagus, selama berada di sini mereka tidak kekurangan dan merasa sangat nyaman. Mereka bawa logistik ini juga tidak ada sangkut pautnya dengan perasaan khawatir tinggal di Papua,” ujarnya.

Charles menyebutkan total kru bus dari Jakarta sebanyak 84 orang terdiri dari dua orang koordinator mikro bus, dua orang koordinator medium bus dan 80 lainnya awak beserta mekanik.

Keseharian kru ini di Jawa sebagai pengemudi batangan atau sopir tetap bus dan selama ini juga sering dipercayakan pihak Kemenhub untuk mendukung kelancaran event-event nasional di daerah-daerah. 

Kru bus yang didatangkan dari Jakarta ini juga sudah melalui proses seleksi yang ketat dari Kemenhub.

“Jadi mereka semua ini punya sim, sudah melalui proses seleksi yang ketat. Mereka siap melaksanakan tugasnya sesuai jadwal yang ditentukan dan selama di sini mereka dibawa tanggungjawab Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Bidang Perhubungan Darat, Dinas Perhubugan Kabupaten Mimika, Orpa Salossa berharap agar masyarakat tidak perlu menghiraukan informasi yang tersebar melalui media sosial mengenai kru bus yang membawa logistik dari Jawa.

Ia berharap, semua pihak bersatu untuk mendukung pelaksanaan PON XX ini karena waktu penyelenggaraannya tidak lama lagi.

“Pada prinsipnya Pemkab Mimika dalam hal ini Dinas Perhubungan mendukung penuh pelaksanaan PON ini. Jadi berita-berita yang berkembang di Medsos itu tidak usah dihiraukan. Tapi mari kita semua bersatu mendukung PON XX ini agar berjalan dengan sukses,” pesannya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar