pon xx papua
info grafis pesparawi xiii se tanah papua

Komunitas Anak Muda KAMGAS Terus Ajak Masyarakat Mimika Sadar dan Peduli Kebersihan Lingkungan

Bagikan Bagikan

 

KAMGAS Timika Rutin Membersihkan dan Merawat Kota Timika (Foto:Istimewa) 

SAPA (TIMIKA) - Tidak pernah kenal lelah Komunitas Anak Muda Gerakan Anti Sampah  (KAMGAS) di Timika Kabupaten Mimika terus mengajak masyarakat Mimika merawat lingkungan, memiliki rasa peduli terhadap kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan. 

Penasehat KAMGAS Timika, Henry Damianto Rahanin Werimon mengatakan, pemuda-pemudi Timika yang tergabung dalam KAMGAS tiap hari terus berkeliling membersihkan sampah-sampah di kota Timika dan merawat kota Timika yang lebih indah, sehat dan rindang. 

Henry pada press conference, Jumat (24/9/2021), menjelaskan bahwa KAMGAS yang baru dibentuk pada 28 April 2021 lalu itu setiap hari selalu aktif membersihkan dan merawat kota Timika sambil mengajak seluruh masyarakat Mimika untuk punya rasa kepedulian yang sama akan kebersihan Kota Timika. 

“KAMGAS adalah pemuda-pemudi Mimika yang memiliki rasa simpati terkait masalah sampah di kota Timika. Kita hadir bukan saja untuk membersihkan kota Timika tetapi untuk merawat kota Timika untuk anak cucu kita sebagai generasi penerus yang akan menikmati kota ini,” ungkapnya. 

Dia mengatakan, di Mimika banyak orang yang tergerak hatinya akan masalah sampah di Kota Timika, hanya saja tidak ada wadah bagi mereka, sehingga KAMGAS hadir sebagai wadah bagi orang-orang yang punya kepedulian tinggi akan kebersihan lingkungan. 

“KAMGAS dibentuk bukan untuk menjawab PON XX tetapi untuk berkelanjutan. Kami juga berharap pemerintah bantu kami  pengadaan tempat sampah di setiap titik agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, kita ingin mengedukasi masyarakat agar mencintai lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya. Sekecil apapun sampah itu jika tidak dibuang pada tempatnya itu akan menjadi masalah. Misalnya kulit pinang, kalau satu orang saja yang buang tidak masalah tapi kalau sampai 100 orang buang kulit pinang dalam sehari pasti itu akan menjadi masalah,” terangnya. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar