Mengaku Potong BST Rp 504 Juta, Akankah Kepala Distrik Mimika Barat Jadi Tersangka?

Bagikan Bagikan

SAPA (TIMIKA) – Telah mengaku memotong bantuan sosial tunai (BST) bagi warganya di 7 kampung sebanyak kurang lebih Rp 504 juta, akankah Kepala Distrik Mimika Barat jadi tersangka?

Kasus dugaan pemotongan BST bagi warga 7 kampung di Mimika Barat kian bergulir dan menjadi fokus penyelidikan unit Tipikor Sat Reskrim Polres Mimika. Sat Reskrim Polres Mimika pun telah gelar ekspose atau gelar perkara bersama Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) Inspektorat Kabupaten Mimika.

“Yang jelas tim APIP Inspektorat Mimika mendukung upaya penyelidikan yang kita lakukan. APIP setuju agar kita terus lakukan proses,” ungkap Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto, Rabu (1/9/2021).

Ketika wartawan bertanya, akankah kasus ini naik ke status penetapan tersangka?

AKP Hermanto mengatakan, untuk kasus ini sudah jelas karena Kepala Distriknya telah mengaku adanya pemotongan. Namun, untuk peningkatan status harus didahului dengan tahapannya seperti gelar perkara sesuai peraturan Polri yang saat ini. Dalam hal ini, gelar peningkatan lidik ke sidik, gelar saksi ke tersangka dan yang lainnya.

“Intinya sudah jelas kelihatan, tapi kita lalui tahapannya. 7 kepala kampung juga sudah dimintai keterangan, tinggal ubah status dari interogasi ke pemeriksaan,” katanya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar